Archive for Februari 2014
Ku mohon....Jangan membohongi
Karna pedihnya terasa
Jangan menghianati
Karna sakitnya terasa
Ku mohon....
Jangan berjanji
Karna kita selalu menanti
Jangan tinggali
Karna cukup bahagia
Apa yang mau
Kita t'lah lakukan
Apa yang ada
Kita t'lah berdaya
Karna masih cinta
Karna masih setia
Jangan berjanji
Hanya pembuktian
Masih Setia Janji
Terlalu tinggi pedal yang
harus ku pijak
Sepeda yang terkais dari
penampungan
Bedug lohor terdengar
dalam kerongkong telinga
Beroda empat yang
membuatku tertawa
Bapak membawakannya
untukku
Penuh harapan anaknya
menaikinya
Tapi terlalu tinggi
pedalnya
Butuh pegangan untuk
menggapainya
Tak berhenti untuk
berharap
Bapak serahkan pundaknya
Pegang bahuku untuk
menjagamu
Agar kamu tak kalah dengan
temannmu
Berkali terjatuh membuat
tertawa
Lajunya pelan semakin
cepat
Satu desa terlintasi
Sebelum hilang terkikis
kaki yang besar
Kisah Sepeda kecilku
Yang di balik pintu
Derap kaki
menyapu butir pasir
Kelam pancarkan
bara hiraukan
Lembut belaian
angin temani raga
Tanda jiwa yang
meminta
Bayang terlukis
bening
Sembuyikan
pancaran
Raga pesona
memicingkan suasana
Bukalah tabir
pembatasnya
Tak lelah raga meminta
Terpaku dalam
kedigdayaan
Bertahan di balik
pintu
Menunggu jatuh
peminta
Bertahan di balik
pintu.......
Sahabat...
Tak perlu ikut menangis
Hanya untuk tertawa..
Untuk merasa...
Untuk mengerti....
Sahabat......
Raga terpisah
Jiwa terhalang...
Hambar yang tersaji
Bukan untuk dijauhi...
Sahabat...
Satu kata dalam beribu warna
Satu kata dalam beribu rasa
Satu kata dalam beribu pikir
Satu kata dalam beribu waktu
Sahabat....
Bukan kita sama
Hanya perbedaan...
Cambuk aku...
Kan ku kenal sahabat
KARENA KITA ADALAH SATU
Gelap temukan cahaya
Kelam temukan lentera
Malam temukan kejora
Mestinya..
Jiwa temukan pasangannya
sebelum tertutup mata
Selamanya..
Tanpa perlu bertanya
Harta yang dibawa
atau keelokan rupa
Harusnya..
Seperti fajar temukan pagi
Hati jadi mentari..
Created : Diannita Riski

