Senin, 24 Oktober 2022

 


Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian materi belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak. Pada kegiatan ini, Anda akan melakukan sebuah refleksi diri sejauh mana Anda mengenal dan memahami Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Sejauh ini Anda sudah sering mendengar kata kata seperti budi pekerti, ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang menjadi jiwa dari pendidikan nasional. Oleh sebab itu, pada tahap awal ini, Anda akan berdialog dengan diri Anda sendiri untuk menemukan pemikiran mendasar Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan peran Anda sebagai pendidik’.

Sebagai pemantik proses refleksi tersebut, mari kita ingat-ingat kembali pengalaman ketika kita bersekolah. Jawaban pertanyaan berikut tidak perlu ditulis namun tetap perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

  1. Pengalaman apa yang membuat Anda menjadi rindu bersekolah, atau, pengalaman apa yang membuat Anda kehilangan motivasi untuk bersekolah? (pilih salah satu)
  2. Peristiwa apa yang membuat Anda merasa berkembang dan belajar sebagai seorang pembelajar?
  3. Siapa sosok guru yang menginspirasi Anda? 
  4. Apa pengalaman yang berkesan bersama guru tersebut?   
  5. Pernahkah Anda menduplikasi atau mengadaptasi yang dilakukan oleh guru tersebut di kelas yang Anda ampu?

Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di bawah terkait pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD).

1. Tulisan Reflektif Kritis 

Buatlah sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500 kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah disediakan. Pertanyaan panduan tulisan reflektif kritis Anda terkait konsep pemikiran Pendidikan KHD:

  • Apa yang ada Anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran?

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan sesuai dengan kondisi masyarakat di Indonesia, bahkan pemikiran-pemikirannya masih relevan hingga saat ini. Pemikiran yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dapat menjadi landasan dalam menentukan Kebijakan Pendidikan yang diambil dalam pelaksanaan Pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa “Untuk mendapatkan sistem pengajaran yang berfaedah bagi perikehidupan bersama, haruslah sistim itu disesuaikan dengan hidup dan penghidupan rakyat serta pentingnya asas menurut keadaan (natuurlijkheid), dalam arti segala alat, usaha dan cara pendidikan harus sesuai dengan kodratnya keadaan.”

Makna yang tersirat dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara tersebut adalah pentingnya kontekstualitas dalam pendidikan, pendidikan yang sesuai dengan zamannya, atau asas menurut keadaan. Konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara: Pertama, Manusia Indonesia yang berbudi pekerti adalah yang memiliki kekuatan batin dan berkarakter. Kedua, manusia Indonesia yang maju pikirannya adalah yang cerdas kognisi(tahu banyak dan banyak tahu). Ketiga, Manusia yang maju dalam aspek tubuh adalah manusia yang mampu mengendalikan tubuhnya.

Melihat uraian diatas, saya dapat menangkap pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yakni upaya yang konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Karena menurut beliau, Pendidikan merupakan salah satu pintu masuk untuk mewujudkan manusia yang merdeka. Baik bemerdekaan lahiriah maupun batiniah manusia, baik sebagai makhluk individual maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Dengan demikian, pendidikan menjadi wadah untuk membangun otonomi intelektual, otonomi eksistensial, dan otonomi sosial. 

  • Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus?

Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini sangat jelas, dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya tanpa harus meninggalkan konsep awal pemaknaan pendidikan di Indonesia, yakni Manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, manusia Indonesia yang memiliki pemikiran maju seiring berkembangnya zaman, serta manusia yang mampu mengendalikan tubuh (secara emosional).

Pemikiran yang demikian pula yang menjadi pedoman dalam giat pembelajaran di sekolah saya, dengan ragam karakteristik Murid, karakteristik niat, dan latar belakang orang tua, menjadikan kami senantiasa terus membumikan konsep dasar pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara, bahkan pemikiran tersebut juga seiring dengan pemikiran pendiri sekolah tempat saya mengabdikan diri yang berada di lingkungan pondok pesantren.

  • Apakah Anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?

Sebagai guru yang secara kebetulan sebagai lulusan Tamansiswa, setidaknya saya sudah melaksanakan satu diantara beberapa pemikiran KHD dalam melaksanakan tugas sebagai guru, terlebih dalam hal menjadikan sekolah sebagai taman untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan. Meskipun masih banyak hal yang perlu saya pelajari dari pemikiran KHD terhadap pendidikan dan pengajaran.

*) Maknai dan hayati pilihan Anda menjadi guru dalam menuliskan tulisan reflektif-kritis. Hindari perihal teknis seperti tidak tersedianya buku ajar bagi murid, masih berstatus guru honorer dsb-nya. Fokus pada pilihan Anda menjadi guru. 


2. Harapan dan Ekspektasi 

Ungkapkan Harapan dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.

  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini?

Semakin memahami pemikiran KHD terhadap Pendidikan dan pengajaran, sehingga mampu mengimplementasikan pemikiran-pemikiran tersebut.

  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

Murid dapat secara senang hati mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki serta memiliki keberanian dalam hal menyampaikan gagasan atau ide.

  • Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Mendapat tambahan wawasan mengenai pendidikan yang sesuai pemikiran KHD serta lebih mengenal konsep pengajaran seperti TAMANSISWA, yang secara etimologi sebagai wadah yang menyenangkan dalam belajar.

{ 1 komentar... read them below or add one }

- Copyright © Jejak Aria Winardi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Aria Winardi -