Archive for Oktober 2022

 


Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian materi belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak. Pada kegiatan ini, Anda akan melakukan sebuah refleksi diri sejauh mana Anda mengenal dan memahami Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Sejauh ini Anda sudah sering mendengar kata kata seperti budi pekerti, ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang menjadi jiwa dari pendidikan nasional. Oleh sebab itu, pada tahap awal ini, Anda akan berdialog dengan diri Anda sendiri untuk menemukan pemikiran mendasar Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan peran Anda sebagai pendidik’.

Sebagai pemantik proses refleksi tersebut, mari kita ingat-ingat kembali pengalaman ketika kita bersekolah. Jawaban pertanyaan berikut tidak perlu ditulis namun tetap perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

  1. Pengalaman apa yang membuat Anda menjadi rindu bersekolah, atau, pengalaman apa yang membuat Anda kehilangan motivasi untuk bersekolah? (pilih salah satu)
  2. Peristiwa apa yang membuat Anda merasa berkembang dan belajar sebagai seorang pembelajar?
  3. Siapa sosok guru yang menginspirasi Anda? 
  4. Apa pengalaman yang berkesan bersama guru tersebut?   
  5. Pernahkah Anda menduplikasi atau mengadaptasi yang dilakukan oleh guru tersebut di kelas yang Anda ampu?

Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di bawah terkait pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD).

1. Tulisan Reflektif Kritis 

Buatlah sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500 kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah disediakan. Pertanyaan panduan tulisan reflektif kritis Anda terkait konsep pemikiran Pendidikan KHD:

  • Apa yang ada Anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran?

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan sesuai dengan kondisi masyarakat di Indonesia, bahkan pemikiran-pemikirannya masih relevan hingga saat ini. Pemikiran yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dapat menjadi landasan dalam menentukan Kebijakan Pendidikan yang diambil dalam pelaksanaan Pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa “Untuk mendapatkan sistem pengajaran yang berfaedah bagi perikehidupan bersama, haruslah sistim itu disesuaikan dengan hidup dan penghidupan rakyat serta pentingnya asas menurut keadaan (natuurlijkheid), dalam arti segala alat, usaha dan cara pendidikan harus sesuai dengan kodratnya keadaan.”

Makna yang tersirat dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara tersebut adalah pentingnya kontekstualitas dalam pendidikan, pendidikan yang sesuai dengan zamannya, atau asas menurut keadaan. Konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara: Pertama, Manusia Indonesia yang berbudi pekerti adalah yang memiliki kekuatan batin dan berkarakter. Kedua, manusia Indonesia yang maju pikirannya adalah yang cerdas kognisi(tahu banyak dan banyak tahu). Ketiga, Manusia yang maju dalam aspek tubuh adalah manusia yang mampu mengendalikan tubuhnya.

Melihat uraian diatas, saya dapat menangkap pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yakni upaya yang konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Karena menurut beliau, Pendidikan merupakan salah satu pintu masuk untuk mewujudkan manusia yang merdeka. Baik bemerdekaan lahiriah maupun batiniah manusia, baik sebagai makhluk individual maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Dengan demikian, pendidikan menjadi wadah untuk membangun otonomi intelektual, otonomi eksistensial, dan otonomi sosial. 

  • Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus?

Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini sangat jelas, dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya tanpa harus meninggalkan konsep awal pemaknaan pendidikan di Indonesia, yakni Manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, manusia Indonesia yang memiliki pemikiran maju seiring berkembangnya zaman, serta manusia yang mampu mengendalikan tubuh (secara emosional).

Pemikiran yang demikian pula yang menjadi pedoman dalam giat pembelajaran di sekolah saya, dengan ragam karakteristik Murid, karakteristik niat, dan latar belakang orang tua, menjadikan kami senantiasa terus membumikan konsep dasar pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara, bahkan pemikiran tersebut juga seiring dengan pemikiran pendiri sekolah tempat saya mengabdikan diri yang berada di lingkungan pondok pesantren.

  • Apakah Anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?

Sebagai guru yang secara kebetulan sebagai lulusan Tamansiswa, setidaknya saya sudah melaksanakan satu diantara beberapa pemikiran KHD dalam melaksanakan tugas sebagai guru, terlebih dalam hal menjadikan sekolah sebagai taman untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan. Meskipun masih banyak hal yang perlu saya pelajari dari pemikiran KHD terhadap pendidikan dan pengajaran.

*) Maknai dan hayati pilihan Anda menjadi guru dalam menuliskan tulisan reflektif-kritis. Hindari perihal teknis seperti tidak tersedianya buku ajar bagi murid, masih berstatus guru honorer dsb-nya. Fokus pada pilihan Anda menjadi guru. 


2. Harapan dan Ekspektasi 

Ungkapkan Harapan dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.

  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini?

Semakin memahami pemikiran KHD terhadap Pendidikan dan pengajaran, sehingga mampu mengimplementasikan pemikiran-pemikiran tersebut.

  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

Murid dapat secara senang hati mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki serta memiliki keberanian dalam hal menyampaikan gagasan atau ide.

  • Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Mendapat tambahan wawasan mengenai pendidikan yang sesuai pemikiran KHD serta lebih mengenal konsep pengajaran seperti TAMANSISWA, yang secara etimologi sebagai wadah yang menyenangkan dalam belajar.

Refleksi diri tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara - CGP A7 Mojokerto 1.1.a3

 

surat pengumuman CGP 7 Tahap 2

Puncak dari penantian seleksi Guru Penggerak Angkatan 7, akhirnya terbayar tuntas tepat pada 26 September 2022. Pund demikian bagi peserta seleksi CGP Angkatan 7 Provinsi Jawa Timur, terkhusus Kabupaten Mojokerto. Ada 172 CGP Kabupaten Mojokerto yang dinyatakan lolos seleksi tahap 2 CGP Angkatan 7, dan dari sekian nama yang tertera, adalah nama saya Aria Winardi, yang lolos dari seleksi Kuota Tambahan Angkatan 7.

kutipan daftar peserta lolos tahap 2 CGP 7

Syukur Alhamdulillah, kusampaikan kepada Allah Swt. Terharu, dari sekian proses sejak ikut seleksi CGP Angkatan 5, yang harus kandas di seleksi tahap 2. Saya lanjutkan dan menyakinkan untuk ikut seleksi CGP Angkatan 7. Sempat berpatah arang, karena gagal lolos seleksi tahap 1, namun perjalanan baru harus tersusun kembali, setelah dapat informasi untuk melankutkan seleksi tahap 2 lewat kuota tambahan. Dan Alhamdulillah lolos hingga penetapan peserta CGP angkatan 7.

 

Terima kasih juga atas segala doa dari orang tua, mertua, istri, sanak saudara, dan tak terlupa terima kasih yang paling tulus untuk rekan-rekan di yayasan pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto, Abah dan Umi, Gus Mad yang selalu meyakinkan diri saya untuk melaju terbaik di dunia pendidikan, Abah Din yang senantiasa memberi wejangan terbaiknya.

Temu maya pembukaan PGP Angkatan 7 Tahun 2022

Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 tahun 2022 oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dilakukan secara daring, namun tak menyurutkan niat untuk memirsa secara saksama pesan yang disampaikan oleh Mendikbudristek RI kepada calon guru penggerak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan orientasi Guru Penggerak Angkatan 7 provinsi Jawa Timur oleh Balai Besar Guru Penggerak provinsi Jawa Timur. Tak jauh berbeda dari apa yang disampaikan oleh Mendikbudristek dalam acara pembukaan. Di sini, dari Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur, menitikdepankan agar para peserta senantiasa mengikuti secara khidmat seluruh rangkain pendidikan guru penggerak yang akan berlangsung selama 6 bulan kedepan.

Pembukaan Lokakarya Orientasi

Pada hari Ahad, 23 Oktober 2022, Balai Besar Guru Penggerak provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7 yang ditempatkan di aula pertemuan SMPN 1 Sooko. Kegiatan dihadiri oleh Drs. Achmad Faisol Prasetyo, M.M. sebagai perwakilan Dinas pendidikan Kabupaten Mojokerto dan juga penanggungjawab Program PGP Provinsi Jawa Timur.

 

Kegiatan dibuka oleh penanggungjawab Program PGP Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya beliau menyambut baik kegiatan Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 ini. Tujuan diselenggarakan Lokakarya ini adalah untuk memberi pemahaman tentang Program Guru Penggerak, alur belajar Guru Penggerak dan dukungan yang perlu diberikan oleh Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan selama program berlangsung selama 6 bulan kedepan. Kegiatan ini juga diikuti kurang lebih 172 peserta yang terdiri dari unsur Calon Guru Penggerak (CGP), Pengajar Praktek, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

 

Setelah pembukaan lokakarya orientasi PGP Angkatan 7 di aula SMPN 1 Sooko, para peserta dibagi menjadi 5 Kelompok kelas. Dan melakukan orientasi bersama pengawas serta Pengajar Praktik masing-masing. Suasana gayeng, sudah tampak dipermulaan kegiatan.

 

Saya sendiri berada di kelas A7 191 Mojokerto 1, yang dipandu oleh 3 Pengajar Praktik ; Pak Samsuari (SMAN 1 Gedeg), Bu Sarni (SMPN 1 Trowulan), dan Bu Hamidatul Ula (SMP Al-Islah Trowulan). Rangkaian kegiatan secara runtun dilaksanakan dengan serius nan santai.

 

Suasana yang sangat menggambarkan kebebasan murid dalam belajar. Canda tawa, kolaboratif beragam dicontohkan oleh Pengajar Praktik. Diawali dengan games perkenalan diri, di mana setiap peserta harus menuliskan nama panggilan serta menggambarkan benda hidup atau mati yang merepresnetasikan diri peserta.

 

Saya sendiri menuliskan nama panggilan ARIA, kata pertama dari nama lengkap saya. Sedangkan benda yang saya gambarkan adalah AIR, dimana benda tersebut merepresentasikan diri saya, yang selalu ingin mengalirkan diri terhadap apa yang telah tersajikan di lingkungan sekitar hingga bisa menyesuaikan diri terhadap tempat yang saya singgahi, selain itu AIR merupakan sumber kehidupan.

 

Pengisian lembar kerja Harapan dan Kekhawatiran CGP bersama Kepala Sekolah


Akhir perjalanan lokakarya (foto bersama Pengajar praktik)



Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) - CGP A7 Kabupaten Mojokerto

- Copyright © Jejak Aria Winardi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Aria Winardi -