Archive for April 2023
![]() |
| 3.1.a.8 Koneksi Antarmateri |
Beban dan amanah
kepemimpinan adalah mengimbangi semua prioritas yang terpenting. Tugas saya
dalam pendidikan adalah melakukan yang terbaik. Apa yang diinginkan
kadang-kadang belum tentu itu yang terbaik. Dan untuk membuat perubahan,
apalagi perubahan yang transformational, pasti ada kritik. Sebelum
mengambil keputusan, tanyakan, apakah yang kita lakukan berdampak pada
peningkatan pembelajaran murid? (Nadiem Makarim, 2020)
Sebagai seorang pemimpin pembelajaran atau pimpinan sebuah institusi, tentu Anda menghadapi pengambilan keputusan setiap harinya. Pernahkah dalam pengambilan keputusan tersebut melibatkan berbagai pihak yang memiliki kepentingan yang sama-sama menjunjung tinggi suatu nilai kebajikan tertentu, dan keduanya sama-sama benar, namun tertantang karena saling bertentangan satu dengan yang lain?
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menyajikan rangkuman materi modul 3.1. yang telah saya pelajari. Serta mencoba menganalisis konektivitas materi modul 3.1. dengan modul-modul sebelumnya yang telah saya pelajari.
· Bagaimana pandangan Ki Hajar
Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka memiliki pengaruh terhadap bagaimana
sebuah pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran diambil?
Filosofi Pratap Triloka khususnya ing ngarso sung
tuladha memberikan pengaruh yang besar dalam mengambil keputusan sebagai
pemimpin pembelajaran. KHD berpandangan bahwa sebagai seorang guru, itu harus
memberikan tauladan atau contoh praktek baik kepada murid. Dalam setiap
pengambilan keputusan, seorang guru harus memberikan karsa atau usaha keras
sebagai wujud filosofi Pratap Triloka ing madyo mangun karsa dan pada akhirnya
guru membantu murid untuk dapat menyelesaikan atau mengambil keputusan terhadap
permasalahannya secara mandiri. Gru hanya sebagai pamong yang mengarahkan murid
menuju kebahagiaan. Hal ini sesuai dengan filosofi Pratap Triloka Tut Wuri
Handayani.
·
Bagaimana nilai-nilai yang
tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil
dalam pengambilan suatu keputusan?
Dalam pengambilan suatu keputusan sangat
dipengaruhi oleh nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita. Nilai-nilai
bagaikan gunung es yang hanya terlihat kecil dipermukaan air tetapi merupakan
bagian yang besar di dalam alam bawah sadar kita. Maka penting untuk memupuk nilai-nilai
positif dalam diri kita yang nantinya akan menjiwai setiap keputusan yang kita
ambil.
·
Bagaimana kegiatan terbimbing yang
kita lakukan pada materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’
(bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses
pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah
kita ambil. Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada
pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut.
Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada
modul 2 sebelumnya.
Coaching adalah ketrampilan yang sangat penting
dalam menggali suatu masalah yang sebenarnya terjadi baik masalah dalam diri
kita maupun masalah yang dimiliki orang lain. Dengan langkah coaching TIRTA,
kita dapat mengidentifikasi masalah apa yang sebenarnya terjadi dan membuat
pemecahan masalah secara sistematis. Konsep coaching TIRTA sangat ideal apaila
dikombinasikan dengan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian
keputusan sebagai evaluasi terhadap keputusan yang kita ambil.
·
Bagaimana pembahasan studi kasus
yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut
seorang pendidik.
Pada pembahasan studi kasus yang berfokus pada
masalah moral atau etika diperlukan kesadaran diri atau self awareness dan
keterampilan berhubungan sosial untuk mengambil keputusan. Kita dapat
menggunakan sembilan langkah konsep pengambilan dan pengujian keputusan
terutama pada uji legalitas untuk menentukan apakah masalah tersebut termasuk
bujukan moral yang berarti benar vs salah ataukah dilema etika yang merupakan
permasalahan benar vs benar. Apabila permasalahan yang dihadapi adalah bujukan
moral maka dengan tegas sebagai seorang guru, kita harus kembali ke nilai-nilai
kebenaran.
·
Bagaimana pengambilan keputusan
yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif,
kondusif, aman dan nyaman.
Pengambilan keputusan yang tepat, tentu akan
berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.
Kondisi tersebut adalah kondisi yang kita inginkan. Maka untuk melakukan
perubahan, diperlukan suatu pendekatan yang sistematis. Dalam hal ini, kita
menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA untuk melakukan perubahan ke
arah yang lebih baik.
·
Selanjutnya, apakah
kesulitan-kesulitan di lingkungan Anda yang sulit dilaksanakan untuk
menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Apakah
ini kembali ke masalah perubahan paradigma di lingkungan Anda?
Dalam kasus dilema etika, pada dasarnya apapun
keputusan yang kita ambil dapat dibenarkan secara moral. Akan tetapi perlu
memperhatikan prinsi-prinsip dalam pengambilan suatu keputusan. Kita harus
berfikir hasil akhir dari keputusan kita yang sesuai dengan prinsip berpikir
berbasis hasil akhir (end based thinking), kita juga harus melihat
peraturan yang mendasari keputusan yang kita ambil (berpikir berbasis
peraturan-rule based thinking) serta kita harus menciptakan lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman sesuai dengan prinsip berpikir berbasis rasa
peduli (care based thinking).
·
Dan pada akhirnya, apakah pengaruh
pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan
murid-murid kita?
Merdeka belajar merupakan tujuan akhir dari
pembelajaran yang kita lakukan. Merdeka belajar berarti siswa bebas untuk
mencapai kodrat alamnya (mengembangkan potensinya) tanpa ada tekanan dari pihak
manapun. Siswa juga dapat mencapai kebahagiaannya sesuai dengan potensi yang
dia miiki. Maka keutusan yang kita ambil tidak boleh merampas kebahagiaan siswa
dan juga merampas potensi yang dimiliki siswa.
·
Bagaimana seorang pemimpin
pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa
depan murid-muridnya?
Guru adalah pemimpin pembelajaran sebagai pamong
yang diibaratkan seorang petani yang menyemai benih. Benih tersebut dapat
tumbuh subur apabila dirawat, dan dijaga dengan baik. Demikian juga dengan
murid, seorang guru bertanggungjawab untuk mengembangkan potensi yang dimiliki
murid sebagaimana petani yang menyemai benih untuk mendapatkan hasil yang baik
sehingga setiap keputusan guru akan berpengaruh pada masa depan murid.
·
Apakah kesimpulan akhir yang
dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan
modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan yang didapat dari pembelajaran modul ini
yang dikaitkan dengan modul-modul sebelumnya adalah :
1.
Pengambilan keputusan adalah suatu kompetensi atau
skill yang harus dimiiki oleh guru dan harus berlandaskan kepada filosofi Ki
Hajar Dewantara yang dikaitkan sebagai pemimpin pembelajaran.
2.
Pengambilan keputusan harus berdasarkan pada budaya
positif dan menggunakan alur BAGJA yang akan mengantarkan pada lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman (well being).
3.
Dalam pengambilan keputusan seorang guru harus
memiliki kesadaran penuh (mindfullness) untuk menghantarkan muridnya
menuju profil pelajar pancasila.
4.
Dalam perjalanannya menuju profil pelajar
pancasila, ada banyak dilema etika dan bujukan moral sehingga diperlukan
panduan sembilan langkan pengambilan dan pengujian keputusan untuk memutuskan
dan memecahkan suatu masalah agar keputusan tersebut berpihak kepada murid demi
terwujudnya merdeka belajar.
·
Sejauh mana pemahaman Anda tentang
konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan
bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan
keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal
yang menurut Anda di luar dugaan?
Berdasarkan apa yang sudah saya pelajari di modul
3.1 saya mampu membedakan antara diema etika dan bujukan moral. Dimana dilemma
etika merupakan situasi dimana terjadi pertentangan dua kebenaran
atau benar vs benar, sementara bujukan moral adalah situasi dimana
terjadi sebuah pertentangan benar lawan salah, sehingga saya menyadari benang
merah antara keduanya. Hal yang tidak terduga adalah pada saat awal saya
mempelajari dilemma etika, saya merasa terjebak dalam menentukan sebuah
kasus antara bujukan moral dan dilema etika, malahan ada kasus diema
etika yang saya kategorikan bujukan moral, sehingga saya merasa keputusan saya
selama ini yang buat sebelum mempelajari modul ini cenderung kaku atau hanya
berbasis peraturan sehingga saya merasa untuk melenceng dari aturan itu sulit.
Keetika mempelajari dilema etika saya merasa, ada kalanya kita perlu melenceng
dari aturan untuk kemaslahatan yang lebih besar, sehingga paradigma pengambilan
keputusan dalam mengambil keputusan yang berhubungan dengan diema etika
sangatlah penting dilakukan. Begitu pula 9 langkah pengambilan dna pengujian
keputusan adalah langkah yang sangat runut dan terarah yang sangat berguna
dalam mengambil keputusan dan menguji keputusan yang saya ambil.
·
Sebelum mempelajari modul ini,
pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi
moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di
modul ini?
Saya pernah berada dalam situasi tersebut, namun
ketika itu saya berusaha mengambil keputusan dengan memikirkan dan menganalisis
salah dan benar dari situasi yang saya hadapi dan saya mengambil keputusan
dengan meminta second opinion dari teman sejawat ataupun keluarga yang
saya anggap lebih berpengalaman atau sebagai panutan saya.
·
Bagaimana dampak mempelajari
konsep ini buat Anda, perubahan apa yang terjadi pada cara Anda
dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
Dampak yang saya rasakan setelah mempelajari modul
3.1 ini saya merasakan lebih percaya diri dalam mengambil keputusan
terutama sebagai pemimpin pembelajaran, saya lebih percaya diri karena bisa
memastkan keputusan yang saya ambil tepat atau efektif
·
Seberapa penting mempelajari topik
modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?
Menurut saya pengetahuan tentang pengambilan
keputusan ini sangat penting bagi saya sehingga saya bisa mengambil keputusan
yang tepat dan efektif, serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan baik
sebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah.
