SAT... SET... BELAJAR DAN BERUBAH MENYONGSONG KURIKULUM MERDEKA- YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-MULTAZAM MOJOKERTO
![]() |
| banner workshop pengembangan kurikulum |
Libur telah tiba… libur telah
tiba… hore hore…. Eits, itu hanya berlaku untuk peserta didik lho ! tidak untuk
pendidik dan tenaga kependidikan di Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto.
Sebanyak 62 guru terdiri dari guru mata pelajaran dan guru BK di Yayasan Pendidikan
Islam Al-Multazam, Sabtu, (2/7) mengikuti workshop Kurikulum
Merdeka bertema “Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka di Yayasan Pendidikan
Islam A-Multazam”. Berada di lingkungan Pondok Pesantren (PTK SMP-MTs-SMAS
Al-Multazam) diberi pelatihan tentang Struktur Kurikulum, pembuatan TP, ATP,
hingga membuat perangkat ajar, dalam rangka persiapan guru menerapkan Kurikulum
Merdeka di awal tahun pelajaran 2022/2023 untuk siswa kelas 7 dan kelas 10.
Kegiatan workshop tahun ini
mendatangkan Drs. Sofwan, S.Pd., M.M. yang berdinassebagai pengawas sekolah
cabang dinas wilayah kota-kabupaten Mojokerto sebagai narasumber. Materi yang
disampaikan diantaranya, struktur kurikulum, simulasi pembuatan jadwal, serta
analisis capaian pembelajaran. Dipandu oleh Aria Winardi, selaku Ketua Panitia
dan Khoirus Salamah sebagai moderator kegiatan. Kegiatan dimulai pukul 08:00 hingga
13:00 WIB
![]() |
| Pembukaan Workshop Pengembangan Kurikulum |
Kepala SMP Al-Multazam, Ah. Fauzi
Agustiono, S.Ag. selaku perwakilan penanggungjawab kegiatan mengatakan dalam
sambutannya, tiada yang abadi selain sebuah perubahan. Pun demikian dengan Kurikulum
sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam perkembangannya,
kurikulum terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dalam
rangka meningkatkan kualitas Pendidikan dan kehidupan manusia.
“Kurikulum Merdeka adalah Merdeka
Belajar. Merdeka Belajar merupakan kebebasan menentukan konten dan konsep yang
dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka
Belajar menjadi salah satu program untuk menciptakan suasana belajar di sekolah
yang bahagia, suasana yang gembira, Bahagia bagi peserta didik maupun para
guru,” ujar Aria Winardi, S.Pd.
![]() |
| antusias peserta workshop |
Dalam pemaparan tentang kebijakan
impelementasi kurikulum merdeka, Pak Sofwan menyampaikan banyaknya perubahan
dan perbedaan antara Kurikulum 2013 dengna Kurikulum Merdeka. Salah satu hal
yang mencolok dari perbedaan tersebut adalah penerapan Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5). Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar
Indonesia yang mempunyai karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, semangat
belajar tinggi, menjadi pembelajar sepanjang sepanjang hayat serta mempunyai
kompetensi global. Ada 6 profil belajar Pancasila yang harus dimiliki oleh
anak-anak Indonesia diantaranya beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, gotong royong, berkebhinekaan global, mandiri, kreatif dan
bernalar kritis.
Pelajar
Pancasila sendiri dirumuskan berdasarkan kajian literatur, diskusi terumpun
yang melibatkan pakar di bidang Pancasila, psikologi pendidikan, dan para
pendidik untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri serta
berkepribadian baik. Pasalnya nasib bangsa ada di tangan anak-anak Indonesia.
Selain penerapan P5, dalam
struktur kurikulum merdeka juga sudah ditiadakannya mata pelajaran peminatan
dan lintas minat yang biasanya terdapat pada struktur kurikulum 2013 kelas 10. Istilah-istilah
baru pun dikenalkan agar pendidik tidak kebingungan ketika sudah menerapkan
kurikulum merdeka kelak. Meski, penerapan kurikulum merdeka secara massif diterapkan
pada tahun pelaajaran 2024/2025, namun tiada salah jika Lembaga atau pendidik mulai
hari ini berbenah.
Agenda workshop yang diselenggarakan dalam satu hari ini diharapkan para guru mengetahui kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka serta mampu mengimplikasikan Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar dalam upaya mewujudkan profi Pelajar Pancasila. Dari workshop ini, juga diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Lembaga naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam (SMP, MTS, dan SMAS Al-Multazam) dan muaranya dapat meningkatkan mutu lulusan Pondok Pesantren Al-Multazam. Adapun kurikulum yang akan diterapkan di Lembaga Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam adalah Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah. Semoga dalam penerapan kurikulum merdeka tersebut dapat banyak memberikan ruang kepada para guru dan siswa, untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses belajar serta mengajar.
![]() |
| pembacaan doa oleh Ustaz Komar |
![]() |
| foto bersama narasumber workshop |




