Sabtu, 02 Juli 2022

banner workshop pengembangan kurikulum


Libur telah tiba… libur telah tiba… hore hore…. Eits, itu hanya berlaku untuk peserta didik lho ! tidak untuk pendidik dan tenaga kependidikan di Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto. Sebanyak 62 guru terdiri dari guru mata pelajaran dan guru BK di Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam, Sabtu, (2/7) mengikuti workshop Kurikulum Merdeka bertema “Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka di Yayasan Pendidikan Islam A-Multazam”. Berada di lingkungan Pondok Pesantren (PTK SMP-MTs-SMAS Al-Multazam) diberi pelatihan tentang Struktur Kurikulum, pembuatan TP, ATP, hingga membuat perangkat ajar, dalam rangka persiapan guru menerapkan Kurikulum Merdeka di awal tahun pelajaran 2022/2023 untuk siswa kelas 7 dan kelas 10.

Kegiatan workshop tahun ini mendatangkan Drs. Sofwan, S.Pd., M.M. yang berdinassebagai pengawas sekolah cabang dinas wilayah kota-kabupaten Mojokerto sebagai narasumber. Materi yang disampaikan diantaranya, struktur kurikulum, simulasi pembuatan jadwal, serta analisis capaian pembelajaran. Dipandu oleh Aria Winardi, selaku Ketua Panitia dan Khoirus Salamah sebagai moderator kegiatan. Kegiatan dimulai pukul 08:00 hingga 13:00 WIB

Pembukaan Workshop Pengembangan Kurikulum


Kepala SMP Al-Multazam, Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag. selaku perwakilan penanggungjawab kegiatan mengatakan dalam sambutannya, tiada yang abadi selain sebuah perubahan. Pun demikian dengan Kurikulum sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam perkembangannya, kurikulum terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dalam rangka meningkatkan kualitas Pendidikan dan kehidupan manusia.

“Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar. Merdeka Belajar merupakan kebebasan menentukan konten dan konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka Belajar menjadi salah satu program untuk menciptakan suasana belajar di sekolah yang bahagia, suasana yang gembira, Bahagia bagi peserta didik maupun para guru,” ujar Aria Winardi, S.Pd.

antusias peserta workshop


Dalam pemaparan tentang kebijakan impelementasi kurikulum merdeka, Pak Sofwan menyampaikan banyaknya perubahan dan perbedaan antara Kurikulum 2013 dengna Kurikulum Merdeka. Salah satu hal yang mencolok dari perbedaan tersebut adalah penerapan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar Indonesia yang mempunyai karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, semangat belajar tinggi, menjadi pembelajar sepanjang sepanjang hayat serta mempunyai kompetensi global. Ada 6 profil belajar Pancasila yang harus dimiliki oleh anak-anak Indonesia diantaranya beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, gotong royong, berkebhinekaan global, mandiri, kreatif dan bernalar kritis.

Pelajar Pancasila sendiri dirumuskan berdasarkan kajian literatur, diskusi terumpun yang melibatkan pakar di bidang Pancasila, psikologi pendidikan, dan para pendidik untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri serta berkepribadian baik. Pasalnya nasib bangsa ada di tangan anak-anak Indonesia.

Selain penerapan P5, dalam struktur kurikulum merdeka juga sudah ditiadakannya mata pelajaran peminatan dan lintas minat yang biasanya terdapat pada struktur kurikulum 2013 kelas 10. Istilah-istilah baru pun dikenalkan agar pendidik tidak kebingungan ketika sudah menerapkan kurikulum merdeka kelak. Meski, penerapan kurikulum merdeka secara massif diterapkan pada tahun pelaajaran 2024/2025, namun tiada salah jika Lembaga atau pendidik mulai hari ini berbenah.

Agenda workshop yang diselenggarakan dalam satu hari ini diharapkan para guru mengetahui kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka serta mampu mengimplikasikan Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar dalam upaya mewujudkan profi  Pelajar Pancasila. Dari workshop ini, juga diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Lembaga naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam (SMP, MTS, dan SMAS Al-Multazam) dan muaranya dapat meningkatkan mutu lulusan Pondok Pesantren Al-Multazam. Adapun kurikulum yang akan diterapkan di Lembaga Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam adalah Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah. Semoga dalam penerapan kurikulum merdeka tersebut dapat banyak memberikan ruang kepada para guru dan siswa, untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses belajar serta mengajar.


pembacaan doa oleh Ustaz Komar

foto bersama narasumber workshop


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Jejak Aria Winardi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Aria Winardi -