Archive for 2015

Mentari mulai menjemput rembulan
Belum sempat turun
Fajar sudah meninggi
Tidak untuk mengusir
Hanya pergantian yang diamanahkan

Angin pagi semilir membangunkan
Menambah lembab dahan dan rantingnya
Panorama indah terpancar
Rembulan pun enggan berlari
Semakin cantik merunduk di balik hamparan

Burung mulai keluar dari sarangnya
Berterbangan mencari apa yang bisa dicari
Bersahutan menyanyikan lirik syahdu alam
Mengiringi senyum mentari yang mulai meninggi

Awan hitam yang menyelimuti, kian menghilang
Kini berubah menjadi Awan Biru Keindahan
Dan menjadi Langit yang menakjubkan
Lukisan alam Sang Ilahi menghiasi Langit Pagi,
Menambah kedamaian hati
Dan membuat mata menjadi Kagum.

Lukisan Alam Sang Ilahi

Langit memerah di ujung bambu
Tepat barat dalam kesendirian
Menyisihkan kilau terang jagat raya
Di teras batas penantian

Senja masih menunggu
Di tepian batas waktu berdayu
Menimang cakrawala di kolong raya
Anak manusia masih terjaga

Senja masih menunggu
Di antara desiran nafas berpadu
Seperti air, angin, dedaunan berjumpa tanpa ragu
Mengabaikan sayup sayup nyanyian merdu

Senja masih menunggu
Di dalam ruang detak jantung berpacu
Rancak mesin bersahut pada tempo yang satu
Di antara wangi tanah dan hujan yang tertunduk malu
Di sela aroma hidup yang rancu

Senja masih menunggu
Di ruang sepi dalam kokohnya rumah bambu
Senja terus merayu
Yang pasti kian berlalu
Hingga waktu meninggalkan tempat beradu


Ashar, 20 Mei 2015

Senja Masih Setia di Ujung Barat



Pendidikan merupakan kegiatan yang berproses dan terarah sebagai suatu usaha untuk membentuk kepribadian dari seseorang dengan menumbuhkan nilai sikap, pengetahuan, dan atau keterampilan dengan tujuan menyetarakan manusia. Pendidikan terus dialami oleh seseorang selama hidupnya, maksudnya dalam kehidupan sehari-hari manusia pada hakikatnya terus belajar terutama dari pengalaman yang dilaluinya dengan melalui proses yang tidak sama antarmanusia karena sumber dan pola pikir yang berbeda dari masing-masing individu. Pendidikan yang diberikan kepada anak, jika dipandang dari segi budaya memiliki pengertian sebagai transformasi dari generasi satu ke generasi berikutnya. Pendidikan bagi bangsa Indonesia adalah sebagai salah satu usaha untuk mencapai tujuan bangsa yaitu menyejahterakan kehidupan bangsa.

Pendidikan adalah suatu proses yang tidak diam. Ia terus berubah dan berkembang sesuai dengan kondisi zaman, dan juga kondisi peserta didik. Jangan bayangkan sistem pendidikan sebagai sebuah sistem besar yang hanya dapat dipikirkan dan diurusi oleh para pakar dan penentu kebijakan di pusat. Sekolah atau bahkan kelas hanya merupakan suatu sistem pendidikan dengan ruang lingkup yang kecil.

Karena untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana cara kita mendidiknya. Untuk itu diperlukannya kesadaran dari semua pihak yang terlibat, baik pendidik, keluarga, dan lingkungan sekitar untuk memperbaiki sikap dalam mendidik generasi-generasi muda. Sikap yang harus ditunjukkan kepada anak-anak untuk mendidiknya, yaitu dengan menggunakan asas Ing ngarso sung tuladho, ing madya mangun karso, dan tut wuri handayani. Artinya, kita harus menjadi teladan dan juga memberikan dorongan moral pada generasi-generasi muda.

Menurut Ki Hadjar Dewantara, pendidikan tak hanya dari sekolah saja, melainkan pendidikan tak bisa lepas dari Tri Pusat Pendidikan, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat yang mana ketiganya sangatlah penting untuk membentuk suatu individu yang memiliki nilai-nilai luhur. Melalui Tri Pusat Pendidikan inilah tujuan pendidikan Indonesia baru dapat dicapai dengan maksimal karena dengan melibatkan ketiga aspek tersebut dapat terbentuklah individu yang menjunjung nilai-nilai budaya Indonesia.

Pada era milenial seperti yang telah kita ketahui ada beberapa hal yang memberi dampak sangat luas bagi perkembangan suatu negara. Dampak positif maupun hal yang sangat perlu diantisipasi seperti pengaruh yang  merusak identitas baik secara individu maupun kelompok dengan melunturkan kesadaran diri pada generasi-generasi muda. Karena, seperti yang telah kita ketahui, perkembangan di era ini, terutama dari segi teknologi, sangat pesat dan cepat. Kecanggihan dari teknologi ini membawa dampak yang besar, yaitu mengubah pola hidup masyarakat. Kemudahan untuk mengakses informasi adalah salah satu contohnya, namun dampak buruknya tak jarang kemudahan tersebut disalahgunakan untuk hal-hal negatif oleh penggunanya, termasuk generasi muda.

Untuk itulah diperlukan sebuah pendidikan yang kental akan budaya bangsa dengan menanamkan nilai-nilai luhur pada generasi muda. Untuk meminimalisasi dampak yang semakin buruk, maka sekolah sebagai lembaga pendidikan dapat menggunakan asas dari Ki Hadjar Dewantara, yaitu asas TRIKON. TRIKON merupakan kependekan dari istilah; kontinyu, konvergen dan konsentris. Teori TRIKON ditemukan oleh Ki Hadjar Dewantara untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan nasional Indonesia.

  1. Kontinyu artinya dalam melestarikan kebudayaan asli Indonesia kita harus terus menerus dan berkesinambungan. Teori Kebudayaan itu dilakasanakan dengan memasukan mata pelajaran muatan lokal, melakukan upacara-upacara adat, mementaskan keseruan daerah dan lain-lain.
  2. Konvergen artinya dalam upaya mengembangkan kebudayaan nasional Indonesia kita harus memadukan dengan kebudayaan asing yang dipandang dapat memajukan bangsa Indonesia. Dalam memadukan itu (konvergensi) dilakukan dengan memilih dan memilah kebudayaan yang sesuai dengan kepribadian Pancasila (selektif) dan pemaduannya harus secara alami dan tidak dipaksakan (adaptatif).
  3. Konsentris artinya dalam pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia kita harus berusaha menyatukan kebudayaan nasional kita dengan kebudayaan Junia (global) dengan catatan harus tetap berpegang pada ciri khas kepribadian bangsa Indonesia (berdasarkan Pancasila).

Teori TRIKON ini dapat diterapkan dalam segala unsur kebudayaan, baik yang berapa ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (IMTAQ), etika susila, estetika dan seni, maupun daiam keterampilan hidup (life skill).Melalui penggunaan teori TRIKON dimaksudkan agar dalam upaya mewujudkan masyarakat tertib damai dan mewujudkan hidup yang salam bahagia bangsa Indonesia dapat duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan bangsa-bangsa lain di dunia, serta dapat maju modern yang tetap di atas kepribadian Pancasila.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita bangsa yang menyejahterakan umum, maka dibentuklah sekolah sebagai lembaga yang secara khusus dan tersistem untuk memberikan pengajaran dan pendidikan bagi individu atau kelompok yang berkebudayaan Indonesia agar mereka dapat mempunyai bekal untuk masa depan mereka tanpa menghilangkan jati diri sebagai manusia Indonesia.

PENDIDIKAN BERKEBUDAYAAN SEBAGAI USAHA MEWUJUDKAN CITA-CITA BANGSA

Pengertian 
Quantum adalah interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya, teaching adalah mengajar. Dengan demikian quantum teaching merupakan suatu cara pengubahan bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan sekitar momen belajar. Interaksi-interaksi itu mencakup unsur-unsur untuk belajar efektif yang mempengaruhi kesuksesan siswa. Interaksi-interaksi itu mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.(Bobbi DePorter, 2001:5)


Metode Quantum Teaching
Pengertian metode secara etimologi, berasal dari dua perkataan yaitu meta danhodos. Meta berarti “melalui” dan hodos berarti “jalan/cara”. Menurut Dr. Husain al-Liqaniy, metode adalah:”langkah-langkah yang diambil guru guna membantu para murid untuk merealisasikan tujuan tertentu. Sedangkan menurut Hasan Langgulung mendefinisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk mencapai tujuan pendidikan. Lain lagi dengan pendapatnya Abdul al-Rahman Ghunaimah mendefinisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis dalam mencapai tujuan pengajaran.(Ramayulis, 2002:155)
Berdasarkan beberapa definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa metode adalah seperangkat cara, jalan dan teknik yang harus dimiliki dan digunakan oleh guru dalam upaya menyampaikan dan memberikan pendidikan dan pengajaran kepada siswa agar dapat mencapai tujuan pendidikan.
Dalam quantum teaching, metode quantum teaching merupakan salah satu metode yang dilukiskan mirip sebuah orkestra, dimana kita seolah sedang memimpin konser saat berada di ruang kelas, karena disitu membutuhkan pemahaman terhadap karakter murid yang berbeda-beda. Sebagaimana alat-alat musik-sepeti biola dan suling yang masing-masing memiliki suara yang berbeda. Oleh karena itu quantum teaching mengajarkan supaya setiap karakter dapat memiliki peran dan keterlibatan aktif murid dalam kegiatan pembelajaran akan membawa kesuksesan dalam belajar.
Munculnya metode quantum teaching ini sebagai alternatif, mencoba untuk mencari sesuatu yang lain, yaitu keluar dari kejumudan dalam penggunaan metode mengajar konvensional yang ada selama ini, sehingga dalam metode ini menjadi paduan dari semua metode yang ada dengan mengedepankan komunikasi dan interaksi sehingga tercipta suasana belajar yang kondusif dan efektif. Dampak dari penggunaan bermacam-macam metode adalah hilangnya kebosanan dalam diri guru, begitu juga yang dirasakan oleh anak didik, mereka lebih bersemangat dan bergairah dalam belajar.

Asas Utama Quantum Teaching
Asas utama quantum teaching bersandar pada konsep :”Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka inilah asas utama alasan dasar dibalik segala strategi, model dan keyakinan quantum teaching.(DePorter, 2001:6)
Bahwasanya asas utama quantum teaching itu terletak pada kemampuan guru untuk menjembatani jurang antara dua dunia (dunia guru dengan siswa) dengan artian tidak adanya sekat-sekat yang membatasi antara seorang guru dan siswa sehingga antara keduanya terdapat interaksi yang konstruktif. Seorang guru juga diharapkan memahami karakter, minat, hasrat, bakat dan pikiran siswa. Dengan demikian berarti guru telah dapat memasuki dunia siswa (DePorter, 2001:84)
Memasuki dunia siswa berarti telah memberikan informasi kepada guru tentang bahan-bahan yang relevan dengan harapan-harapan yang diberikan oleh siswa. Guru mengetahui apa yang diinginkan oleh siswa dan siswi juga mengetahui apa yang diharapkan oleh gurunya. Sehingga dengan adanya umpan balik ini guru dapat mengukur keperluan-keperluan bagi siswanya, serta membuat pengajaran-pengajaran yang cocok terhadap kebutuhan dan hasrat siswa.(Idochi Anwar, 1987:78)
Di dalam konsep quantum teaching guru sebagai seorang pembimbing yang dianalogkan sebagai konduktor dari sebuah orkestra yang membawahi beragam pemain musik (siswa), musik harus menghidupkan suasana yang menggairahkan, sehingga prinsip ”Bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka” dapat terlaksana dengan baik.

Prinsip-Prinsip Quantum Teaching
Di dalam quantum teching terdapat beberapa prinsip tentang belajar mengajar, prinsip-prinsip tersebut adalah:
a. Segalanya berbicara
Segala yang ada dalam kegiatan belajar mengajar mulai dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru dari kertas yang dibagikan hingga rancangan pelajaran semuanya mengirim pesan tersendiri tentang belajar. Apakah semua itu mempuyai pengaruh yang positif atau sebaliknya tergantung bagaimana guru menata atau mengaturnya.
b. Segalanya bertujuan
Apa yang dibicarakan dan segala aktifitas guru mempuyai tujuan sendiri, yang kesemuanya itu diperuntukkan untuk siswa dalam rangka mencapai cita-cita yang diinginkan.
c. Pengalaman sebelum pemberian nama
Proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. Maksudnya, uraian , penjelasan, informasi tentang sesuatu sebelum siswa memperoleh nama sesuatu itu untuk dipelajari atau dengan bahasa yang lebih mudah yaitu mencari sesuatusebelum diberitahu sesuatu itu. Dengan rasa ingin tahu ini, siswa akan mencari terus dan memacu siswa untuk terus maju dan berkembang.
d. Akui setiap usaha
Semua orang senang diakui, menerima pengakuan membuat kita merasa bangga, percaya diri, dan bahagia. Untuk mendapatkan hasil terbaik dengan siswa akuilah setiap usahanya, tidak hanya usaha yang tepat. Sebagai guru, kita lebih banyak mengakui ketepatan dari pada proses belajar perseorangan. Siswa patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka, sebab belajar itu mengandung resiko.
e. Jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan
Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar. Setiap kesuksesan patut dirayakan, perayaan yang didapatkan akan mendorong mereka tetap dalam keadaan prima.

Strategi Quantum Teaching
Kemampuan seorang guru dalam berkomunikasi dan perancangan pengajaran yang efektif akan memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa. Tetapi, terlebih dahulu kita bahas apakah guru itu dan apa yang dilakukannya, serta ciri-ciri seorang guru yang memperoleh hasil interaksi dengan siswa.
Sebagaimana diketahui bahwa mengajar adalah suatu kegiatan bertujuan. Mengajar dikatakan berhasil, apabila anak-anak belajar sebagai akibat usaha mengajar itu. Tugas guru  yang paling utama dan bahkan dianggap suci adalah mengajar dan mendidik siswa. Sebagai pengajar guru merupakan perantara aktif antara siswa dan ilmu pengetahuan, sedangkan sebagai pendidik, guru merupakan perantara aktif antara anak didik dan haluan/falsafah negara dan kehidupan masyarakat dengan segala macam aspeknya.
Berkenaan dengan dua tugas utama ini, maka seorang guru wajib memiliki segala sesuatu yang erat hubugannya dengan bidang tugasnya, seperti pengetahuan, sifat-sifat kepribadian serta kesehatan jasmaniah dan rohaniah. Sebagai pengajar, guru harus memahami hakekat dan arti mengajar dan mengetahui teori-teori mengajar serta dapat melaksanakannya. Dengan demikian seorang guru wajib memiliki segala sesuatu yang erat hubungannya dengan bidang tugasnya.
Menurut Nasution, S. 1982, ada beberapa prinsip umum yang berlaku untuk semua guru yang baik, yaitu:
a.    Guru yang baik harus bisa memahami dan menghormati murid.
b.   Guru yang baik harus menghormati bahan pelajaran yang diberikan.
c.    Guru yang baik harus mampu menyesuaikan metode mengajar dengan bahan pelajaran.
d.   Guru yang baik harus mampu menyesuaikan bahan pelajaran dengan kesanggupan individu anak.
e.    Guru yang baik harus mengaktifkan murid dalam hal belajar.
f.    Guru yang baik harus harus memberi pengertian dan bukan hanya dengan kata-kata belaka.
g.   Guru yang baik harus menghubungkan pelajaran dengan kebutuhan murid.
h.   Guru yang baik harus merumuskan tujuan yang akan dicapai pada setiap pelajaran berikutnya.
Persyaratan menjadi guru yang baik tersebut tidak berarti menutup kemungkinan syarat-syarat lainnya. Namun syarat atau ciri-ciri yang telah disebutkan di atas dapat dijadikan pedoman bagi setiap guru yang akan menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pendidik maupun pengajar.
Dengan demikian seorang guru harus sesuai dengan bidang tugasnya yaitu mendidik dan mengajarkan sesuatu yang bertujuan untuk mengubah tingkah laku anak ke arah tujuan pendidikan yang dicita-citakan, maka gurulah yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan menciptakan lingkungan yang paling serasi, agar terjadi proses belajar yang efektif. Guru harus memberi motivasi kepada siswa untuk membangkitkan dan menumbuhkan cita-cita mereka agar belajar dengan sungguh-sungguh. Guru juga harus berusaha agar pelajaran mengandung makna bagi kehidupan anak pada nantinya. Memang pada hakekatnya anak belajar, tetapi gurulah yang paling bertanggungjawab terhadap terjadinya proses belajar pada setiap anak.

Model Quantum Teaching
Model quantum teaching hampir sama dengan sebuah simfoni, dalam simfoni terdapat banyak unsur, dan di dalam quantum teaching unsur tersebut digolongkan dalam dua bagian: konteks dan isi.
a. Dalam seksi konteks, terdapat semua bagian yang dibutuhkan oleh guru agar selalu diperhatikan. Aplikasinya adalah:
§ Suasana yang mengairahkan
Untuk menciptakan suasana yang bagus adalah dengan niat – kuat seorang guru atau kepercayaan akan kemampuan dan motivasi siswa, membangun ikatan emosional dengan menciptakan kesenangan dalam belajar, menjalin hubungan, dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar (DePorter, 2001:19)
Studi-studi menunjukkan bahwa siswa lebih banyak belajar jika pelajarannya memuaskan, menantang, dan ramah serta mereka mempuyai suara dalam membuat keputusan.
Untuk menarik keterlibatan siswa, guru harus membangun hubungan, yaitu dengan menjalin rasa simpati dan saling pengertian. Membina hubungan bisa memudahkan keterlibatan siswa, memudahkan pengelolaan kelas, memperpanjang waktu fokus, dan meningkatkan kegembiraan. Kegembiraan membuat siswa siap belajar dengan mudah, dan bahkan dapat mengubah sikap negatif.
Rasa saling memiliki antara guru dengan siswa akan menyingkirkan dari ancaman, mengizinkan otak siswa untuk bersantai, emosi mereka untuk terlibat, dan menciptakan rasa kebersamaan, kesatuan, kesepakatan dan dukungan dalam belajar. Rasa ini juga mempercepat proses belajar mengajar dan meningkatkan rasa kepemilikan siswa (DePorter, 2001:36)
Dalam menata suasana quantum teaching menciptakan tradisi pada awal-awal belajar untuk membangkitkan rasa keteraturan, keterdugaan, keseimbangan, mengurangi ancaman dan stress. Tradisi yang paling bagus adalah tradisi yang diciptakan bersama oleh guru dan siswa. Tradisi akan membuahkan kebanggaan, kebersamaan, dan kegembiraan dalam belajar.         
§ Landasan yang kukuh
Landasan yang kukuh berperan sebagai bagian penting dari komunitas belajar, meskipun aspek-aspek setiap landasan bersifat unik dan individual. Sebagaimana uniknya tiap sekolah dan kelas, tetapi unsur-unsur dasarnya tetap sama yaitu:
-    Tujuan yang samatujuan yang sama bagi seluruh siswa adalah mengembangkan kecakapan dalam mata pelajaran, menjadi siswa yang lebih baik dan berinteraksi sebagi pemain tim serta mengembangkan keterampilan lain yang dianggap penting.
-    Prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang sama, prinsip yang dianut komunitas akan memberikan gambaran tentang cara yang dipilih para anggotanya. Prinsip-prinsip ini akan menuntun prilaku dan membantu tumbuhnya lingkungan yang saling mempercayai dan saling mendukung. Dalam quantum teaching prinsip-prinsip tersebut disebut dengan 8 kunci keunggulan: integritas (kejujuran), kegagalan awal kesuksesan, bicaralah dengan niat baik, hidup disaat ini, komitmen, tanggung jawab, sikap luwes, dan keseimbangan.
-    Keyakinan akan kemampuan pelajar, belajar dan mengajar, keyakinan seorang guru itu mempengaruhi tindakan dan prilakunya. Jika guru membawakan keyakinan positif dan afirmatif maka siswa akan terpengaruh. Dalam quantum teaching keyakinan-keyakinan mungkin tidak terucapkan, tetapi jika seorang guru meyakininya, keyakinan akan muncul dalam tindakannya.
-    Kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan peraturan yang jelas, landasan komunitas belajar termasuk kesepakatan, kebijakan, prosedur, dan peraturan yang menjadi pegangan bagi setiap guru. Kesepakatan akan menjaga ketertiban dan menuntun tindakan siswa, kesepakatan menjelaskan harapan guru atas muridnya.(DePorter, 2001:54) 
Dalam menciptakan landasan yang kukuh di kelas seorang guru dapat menggariskan parameter dan pedoman yang jelas untuk diikuti siswa. Pedoman yang jelas akan menciptakan lingkungan kelas yang aman, meningkatkan pangambilan resiko dalam belajar.
§ Lingkungan yang mendukung
Dalam proses belajar mengajar lingkungan merupakan sejumlah faktor yang dengan sengaja dirancangkan dan dimanipulasikan guna menunjang tercapainya out put yang dikehendaki. (Muhaimin dkk, 1996:77)
Lingkungan yang ditata untuk mendukung belajar – semuanya berbicara. Segala sesuatu dalam lingkungan kelas menyampaikan pesan yang memacu belajar dan meningkatkan daya ingat siswa atau menghambat belajar. Lingkungan kelas juga mempengaruhi kemampuan siswa untuk tetap fokus dan menyerap informasi, peningkatan poster ikon akan menampilkan isi pelajaran secara visual, sementara poster afirmasi menguatkan dialog internal siswa, alat bantu belajar dapat menghidupkan gagasan abstrak dan mengikutsertakan siswa kinestetik. Pengaturan bangku dimaksudkan agar siswa dapat fokus pada tugas yang dihadapi.
Penggunaan musik pada saat proses belajar mengajar berlangsung itu sangat berpengaruh pada guru dan siswa. Seorang guru dapat menggunakan musik untuk menata hati, mengubah keadaan mental siswa dan mendukung lingkungan belajar. Musik membantu siswa belajar lebih optimal dan mengingat lebih banyak. Disamping itu, musik juga memungkinkan seorang guru membangun hubungan dengan siswa (DePorter, 2001:73)
Dengan demikian, pengorkestrasian unsur-unsur dalam lingkungan sangat berpengaruh pada kemampuan seorang guru untuk mengajar lebih banyak dengan usaha lebih sedikit.
§ Rancangan pengajaran yang dinamis
Asas utama quantum teaching terletak pada kemampuaan seorang guru untuk menjembatani jurang antara dunia kita dan dunia mereka. Hal ini akan memudahkan seorang guru untuk membangun jalinan, menyelesaikan bahan pelajaran lebih cepat, membuat hasil belajar lebih melekat, dan memastikan terjadinya pengalihan pengetahuan.
Hanya dengan perancangan pengajaran, seorang guru dapat menyeberang ke dunia mereka dan membawa mereka ke dalam dunia kita, ke dalam proses pembelajaran. Dalam setiap perancangan pengajaran seorang guru dapat dengan mudah menyertakan mereka, mempersiapkan kesuksesan mereka, dan melibatkan setiap kecerdasan dan modalitas mereka. Adapun unsur-unsur yang ada dalam perancangan pengajaran aplikasinya adalah:
-    Modalitas V-A-K (visual, auditorial, kinestetik) seorang guru dapat menyesuaikan pengajaran dengan modalitas-modalitas tertentu – secara harfiah berbicara dengan bahasa yang sama dengan otak siswa. Meskipun kebanyakan siswa memiliki akses ketiga modalitas belajar yang berperan untuk pembelajaran, pemrosesan dan komunikasi. Akan tetapi hal itu tidak menutup kemungkinan bahwa siswa juga memanfaatkan kombinasi tertentu yang memberi mereka bakat dan kekurangan alami tertentu.
-     Model kesuksesan, faktor utama yang menentukan kesuksesan siswa setiap saat ialah kesulitan pelajaran dan derajat resiko pribadi. Model kesuksesan quantum teaching memberikan kesempatan kepada guru untuk membawa siswa meraih sukses setiap hari, dengan cara sebagi berikut: pertama, memperkenalkan isi pelajaran (hal yang paling sulit bagi siswa) kedua, membentuk kelompok-kelompok diskusi. ketiga, menyelesaikan secara perseorangan.
Dengan demikian, siswa akan mendapatkan inforamsi dalam bentuk yang paling mudah sambil mengambil resiko paling kecil dalam kelompok besar.
-    TANDUR, unsur-unsur ini merupakan basis struktural keseluruhan yang melandasi quantum teaching. Untuk lebih jelasnya akan dijelaskan di bawah ini:(DePorter, 2001:88-93)
*Tumbuhkan, yaitu tumbuhkan minat, sertakan diri siswa, pikat mereka,   puaskan dengan AMBAK (Apakah Manfaatnya BagiKu)
*Alami, yaitu ciptakan pangalaman umum yang dapat dimengeti semua siswa berikan siswa pengalaman belajar, tumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui.
*Namai, yaitu penyediaan kata kunci, model rumus, agar dapat memuaskan, mengajarkan konsep, keterampilan berfikir dan strategi belajar.
*Demonstrasikan, yaitu menyediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka tahu.
*Ulangi, yaitu memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa aku tahu bahwa aku tahu itu.
*Rayakan, yaitu sebagai pengakuan atas penyelesaian, partisipasi dan kesuksesan.
-    Kecerdasan berganda SLIM-N-BIL menurut Dr. Howard Gardner, kecerdasan itu tidak hanya satu yang dapat diukur dan dijumlah sebagaimana kecerdasan IQ, akan tetapi kecerdasan adalah suatu kesinambungan yang dapat dikembangkan seumur hidup. Kecerdasan di atas relevan dengan pendapatnya SLIM-N-BIL yang menemukan kecerdasan multi, diantaranya adalah:
*S (spasial – visual): berfikir dalam citra dan gambar
*L (linguistic-verbal): berfikir dalam kata-kata
*I (interpersonal): berfikir lewat berkomunikasi dengan orang
*M (musical-ritmik): berfikir dalam irama dan melodi
*N (naturalis): berfikir dalam acuan alam
*B (badan-kinestetik): berfikir melalui sensasi dan gerakan fisik
*I (intrapersonal): berfikir secara reflektif
*L (logis-matematis): berfikir dengan penalaran
Dengan memasukkan kecerdasan berganda ke dalam isi dan perancangan pengajaran, seorang guru telah memberi lebih banyak variasi dan kesenangan, serta mengembangkan dan memperkuat kecerdasan mereka.
-    Penggunaan metafora, perumpamaan dan sugesti adalah untuk memberikan momen yang mengandung pelajaran. Ketika siswa menangkap informasi saat mereka penasaran dan mereka pun menyukainya, mereka akan dapat menggunakan kecerdasan mereka. Sebagaiman seorang guru mensugestikan, meneladankan dan melukiskan kesuksesan dalam dunia mereka.
b.Dalam seksi isi, guru akan menemukan keterampilan penyampaian untuk kurikulum apa pun, disamping strategi yang dibutuhkan siswa. Aplikasinya adalah:
§ Penyajian yang prima
Pengorkestrasian penyajian kurikulum adalah keterampilan tingkat tinggi yang berguna, karena kurikulum biasanya “diturunkan dari atas”.
Tugas guru sebagai quantum teacher, sedapat mungkin menyajikan kurikulum dengan ketakjuban, minat, pesona, dan antusiasme. Dengan menerapkan keterampilan penyesuaian modalitas, menimbulkan citra/kesan, mengarahkan fokus, inklusif dan spesifik dengan tindakan non verbal yang kongruen dalam paket presentasi yang berbeda-beda akan menambah kejelasan komunikasi.(DePorter, 2001:114) Kemampuan komunikasi digabungkan dengan rancangan pengajaran yang efektif akan memberikan pengalaman belajar yang dinamis bagi siswa.
Seorang guru yang hebat percaya akan kekuatan “kaizen”, yaitu suatu konsep yang dianut oleh pabrik mobil jepang: perbaikan yang kecil, tampak tak berarti, berkesinambungan, dan tanpa henti. Seorang guru telah menagkap dasar-dasar penyajian yang dinamis, dari penyesuaian modalitas, timbulkan citra, arahkan fokus hingga bahasa tubuh. Dasar-dasar ini – penyesuaian modalitas, prinsip komunikasi, bahasa tubuh yang kongruen. Bakat presentasi dan penambatan yang selaras dengan kerangka rancangan quantum teaching akan membuat guru menjadi maestro prestasi siswa.
§ Fasilitas yang luwes
Ketika suasana kelas dalam keadaan diam, sunyi, pelajaran pun sudah diberikan oleh guru, namun jam pelajaran masih banyak keadaan ini sering terjadi. Sekarang tergantung bagaimana seorang guru mempertahankan minat siswa pada kurikulum, mempertahankan ketertarikan, menjaga fokus, meningkatkan partisipasi dan memaksimalkan saat belajar yang terjadi pada siswa. Jawabanya dengan mengorkestrasikan interaksi antara siswa dengan kurikulum. Aplikasinya sebagai berikut:
-    Menggunakan prinsip KEG
Huruf K merupakan singkatan dari know it (ketahui hasilnya) Sebelum memulai pelajaran baru hendaknya memahami seperti apa rupa hasil itu, seperti apa bunyi hasil itu, dan seperti apa rasa hasil itu. Dengan memahami itu semua akan didapatkan hasil yang diinginkan. Huruf E yang berarti explain it (jelaskan hasilnya) setelah tahu dengan jelas rupa, bunyi dan rasa hasil itu. Sudah saatnya menjelaskan kepada siswa tentang hasil itu. Huruf G yang berarti get it (dapatkan hasilnya) sebagai seorang guru, guru dituntut untuk memahami seperti apa rupa, bunyi dan rasa hasil itu. Sejauh itu pula kita dapat mengomunikasikannya dengan jelas dan mendapatkan hasil yang diinginkan.
-    Mempegaruhi prilaku melalui tindakan (MPT)
Peniruan merupakan strategi fasilitas keadaan yang efektif, dengan membuat pernyataan yang mencakup kata kunci yang nantinya akan ditiru atau diucapkan siswa. Misalnya guru berkata: masalah apa? Siswa menjawab: emansipasi. Peniruan ini adalah cara yang ampuh untuk membangunan dan memusatkan perhatian pelajar. Gerakan tubuh juga bisa mempengaruhi prilaku tindakan siswa, seperti gerakan lengan tangan yang disilangkan hingga membentuk “X” beberapa kali, gerakan tubuh tidak hanya memperkuat modalitas kinestetik, tetapi juga untuk mendapatkan perhatian siswa dengan mempengaruhi prilaku mereka melalui tindakan.(DePorter, 2001:154)
-    Tanya jawab belajar
Pertayaan adalah stimulus yang mendorong siswa untuk berfikir dan belajar. Pertayaan yang diberikan oleh guru kepada siswanya bertujuan untuk mendorong siswa agar berfikir, membangkitkan pengertian, minat, menunjukkan perhatian anak, mengubah pendirian dan kepercayaan yang tidak sesuai, menyelidiki kepandaian anak, menarik perhatian anak dan mendorong anak untuk menggunakan pengetahuannya dalam situasi-situasi lain.(Nasution, 1986:162-163)
Dalam memberikan kesempatan pada siswa untuk merenung berarti membantu mereka mendirikan pengertian konseptual yang lebih mendalam, membangun kaitan yang lebih kuat dan lebih banyak menekankan proses belajar. Dengan mengasah pikiran siswa akan menyadarkan banyaknya inter asosiasi yang terjadi dalam benak mereka. Tiga pertayaan di bawah ini akan memberikan prasarana yang mantap untuk memperkaya saat belajar dan membuat pemahaman yang tak terlihat menjadi terlihat. Pertayaan ini adalah: apa yang terjadi, apa yang kamu pelajari, dan bagaimana cara menerapkan apa yang telah kamu pelajari.
§ Keterampilan belajar
Dengan keterampilan belajar yang tepat, semua siswa dapat memahami sebagian besar informasi dalam waktu singkat dan dapat memangkas waktu yang diberikan untuk menjelaskan informasi, dan bebas untuk maju dalam kurikulum atau menambah kegiatan pengayaan yang praktis. Aplikasinya sebagai berikut:
- Memanfaatkan gaya belajar
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk membantu siswa memaksimalkan gaya belajar mereka. Pertama, menjelaskan kepada siswa bahwa orang belajar mempuyai cara yang berbeda, setiap cara mempuyai kekuatan sendiri. Kedua, membuat siswa dapat menyadari gaya belajar mereka. Setelah siswa tahu gaya belajar yang cocok untuk mereka, guru memberi saran, tips, dan nasehat tentang gaya belajar.
- Keadaan prima untuk belajar
Keadaan adalah kombinasi pikiran, perasaan dan postur. Belajar dalam keadaan konsentrasi terfokus akan terasa lebih cepat dan mudah. Ada 2 teknik belajar cepat yang disebut SLANT dan keadaan alfa yang bisa membantu siswa untuk mengakses keadaan terbaik.
* SLANT
Sebuah strategi yang terbentuk dari kata sit up, lean foward, ask question, nod their heads, talk to their teacher. Sit up (duduk tegak) dan lean forward (mencondongkan tubuh ke depan) yang berarti adanya ketertarikan dan juga memperingatkan otak agar ingin tahu, ask question (bertanya) menunjukkan terlibatnya pikiran, melontarkan pertayaan yang sesuai akan membantu dalam memahami pelajaran yang diberikan oleh guru, dan yang terakhir adalah talk to their teacher (berbicara dengan guru). Disini akan terjadi hubungan yang dinamis antara siswa dengan guru, hubungan yang baik dapat memaksimalkan proses belajar mengajar.
* Keadaan alfa
Georgia Lozanov dalam percobaannya menemukan bahwa siswa dalam keadaan alfa (kondisi konsentrasi yang santai) dapat belajar dengan laju yang jauh lebih cepat. Dalam diri manusia memancarkan empat keadaan kegiatan otak yaitu beta, alfa, teta, dan delta. Beta adalah merasa awas dan aktif, tetaadalah keadaan hampir tidur atau bermimpi, dan delta adalah tidur nyenyak tanpa mimpi. Dari keempat keadaan itu siswa merasa memiliki sikap positif mengenai sekolah dan keyakinan diri yang lebih besar dalam kemampuan belajar mereka (DePorter, 2001:173-174)
§ Keterampilan hidup
Keterampilan hidup merupakan kemampuan memberdayakan setiap orang untuk membina dan memelihara hubungan dengan orang lain. Sering kita jumpai siswa-siswa yang pandai dan berhasil dengan baik, belum tentu berhasil pula dalam kehidupannya. Untuk mengatasi hal itu, diperlukan keterampilan hidup yang bisa meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan harga diri, mempuyai hubungan yang lebih baik dan memperbaiki citra diri siswa. Dalam aplikasinya adalah:
- Hidup di atas garis
Menekankan dan mempraktekkan sifat tanggung jawab atau bertanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan. Hal ini juga berarti melihat pilihan yang ada, menentukan solusi dan menemukan cara untuk menjadi lebih efektif. (DePorter, 2001:199) Sifat tanggung jawab ini tidak hanya bagi siswa, tetapi guru juga harus memberi contoh kepada siswanya, ketika guru tidak bisa memenuhi janjinya maka guru harus bertanggung jawab dan siap menanggung akibatnya.
- Komunikasi yang jernih
Betapa pentingnya memberikan teladan kejelasan dalam berkomunikasi dengan siswa, terutama dalam situasi yang bermuatan emosi. Langkah pertama untuk mencapai kejelasan adalah memastikan komunikasi itu tampak karena komunikasi yang tidak tampak akan melahirkan kebingungan, ketidak percayaan dan ketidak jelasan. Ada dua alat yang membuat komunikasi tampak yaitu:
* OFTD (open the front door)
Pertama, mengatakan apa yang terjadi dengan cara yang objektif, teramati dan lugas agar kedua belah pihak memulai pada titik yang sama. Kedua, pikiran atau pendapat dinyatakan dengan tidak lupa menceritakan perasaan yang ada, baik itu sedih atau gembira agar lawan bicara tidak sembarangan dalam menanggapinya. Ketiga, menyatakan tujuan atau hasil yang diinginkan (DePorter, 2001:201-202)
* Apologi empat bagian
Alat ini menekankan kunci integritas yang terangkum dalam frase: it’s all about my relationships, yang berarti berani mengakui perbuatan yang telah dilakukan, memikul tanggung jawab atas perbuatan itu dan menyadari adanya konsekuensi. Penggunaan alat kounikasi ini dapat membersihkan kesalahan dan menyatukan kembali kunci integritas dengan memberi teladan lebih dulu, lalu mendorong siswa untuk mengunakan keterampilan hidup ini.(DePorter, 2001:204)

Evaluasi Quantum Teaching
Dalam melakukan penilaian terhadap hasil belajar di sekolah pada akhir pembelajaran itu memerlukan pengukuran. Dengan pengertian pengukuran adalah suatu usaha untuk mengetahui keadaan sesuatu seperti adanya yang dapat dikuantitaskan, hal ini dapat diperoleh dengan jalan tes atau cara lain. (Thoha, 1991:2) Dalam pelaksanaannya prosedur evaluasi haruslah memperhatikan pelaksanaan proses belajar mengajar, sehingga dapat diketahui apakah tujuan pendidikan sudah tercapai dengan baik, dan untuk memperbaiki serta mengarahkan pelaksanaan proses belajar mengajar.
Proses evaluasi dalam quantum teaching itu tidak terlepas dari bagaimana seorang guru dapat mengubah sikap siswa mengenai belajar, memahami kurikulum dengan baik, serta dapat menerapkannya dengan cepat dan mengingatnya lebih lama.
Keyakinan guru akan potensi kemampuan semua anak untuk belajar dan berprestasi merupakan suatu hal yang penting diperhatikan. Aspek-aspek teladan mental guru berdampak besar terhadap iklim belajar dan pemikiran pelajar yang diciptakan guru. Guru harus memahami bahwa perasaan dan sikap akan terlibat dan berpengaruh kuat pada proses belajarnya (DePorter, 2001: 21)
Quantum teaching itu dimulai dari merancang, menyajikan hingga menyediakan fasilitas yang menunjang kelancaran pembelajaran. Secara spesifik, quantum teaching menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses pembelajaran.
Dalam hal ini evaluasi dapat dilakukan mulai dari bagaimana perancangan pengajaran itu dilakukan, bagaimana penyajian/penyampaian isi dari kurikulum secara prima, serta penyediaan fasilitas belajar yang menunjang kelancaran pembelajaran. Jika semua aspek tersebut dijalankan secara optimal, mulai perancangan sampai penyediaan fasilitas belajar, maka dimungkinkan siswa akan lebih termotivasi untuk belajar dengan baik dan menyenangkan.
Dengan demikian evaluasi quantum teaching dapat dijadikan tolak ukur bagaimana seorang guru melakukan perancangan pengajaran dan penyampaian isi kurikulum dengan optimal. Karena dengan perancangan pengajaran dan penyajian yang prima guru dapat menyeberang ke dunia siswa dan membawa siswa ke dalam dunia kita.

http://hardymath.blogspot.com/2012/07/quantum-teaaching.html

Smart Teachers

Merayap di bawah jembatan berkaki lima
Bukan untuk mengiba,
Bukan pula untuk menangis
Di sana kau temukan senyum menggoda
Bukan kawan, bukan pula lawan
Ia lahir seperti bayi yang merengek minta susu sang ibu
Ia ada karena Tuhan menakdirkannya ada
Bukan untuk dipuja,
Bukan pula untuk dicela
Lihat, ia menghampirimu
Bukankah wangi bunga tercium dari bau badannya yang dianggap busuk?
Larut mendaki purnama yang muncul
Seketika mata terpejam habiskan nafkah
Ia hadir, buka lembaran-lembaran di ujung waktu
Bukan untuknya…
Sekali lagi, bukan untuknya
Cukup hati yang tahu bibir memerah
Cukup batin yang mengerti rasa bersalah
Ini kesaksian
Nyata meski tertutup kabut yang mengepul di depan cahaya
Buta seolah bukan perkara pribadi,
Mungkin tak melirik betapa moleknya dia
Menggoda hati, terpacu nafsu
Di sana… di bawah remangnya kunang-kunang berterbangan
Lalu berkisah…,
Menjajal para lelaki yang dikata hidung belang
Meneguk secangkir kopi pahit, menghisap putung rokok yang hampir habis
Menggoda…
Bukan untuknya, untuk hati
Tebar pesona menyegarkan gundah yang mereda –sesaat-
Bisikkan rayuan ‘gombal’
Tak pelak, dia bernyanyi cinta
Sepanjang jalan cinta yang dibuat sendiri
Orang-orang bicarakan dia -semalam buatkan gaduh tak terkira-
Membukukkannya seperti riwayat berarti
Namun tak peduli, di sana dia tetap bernyanyi
Merajam!!!
Dan enyah tatkala embun mulai menyisakkan di dedaunan basah
Panggung berakhir sudah, tak terdengar suara-suara aduhai
Sirine memanggil…
Pontang-panting menyulut ketakutan, padahal ia telah senang
Di sana…
Di bawah jembatan berkaki lima itu
Sebuah wajah tak asing tertidur dalam mimpi yang lain
‘Aku bernyanyi bukan untukku…, tapi untuk anakku yang terbujur di pemakaman
sebelah rumahku’
Amboi…, air mata sudah membopong kesucian hati

Created By ZUWAILY

Nyanyian Pelacur

Untuk yang keberapa ku katakan untuk anak-anakku yang duduk berjajar di tepi jalan itu
Semenit sebelum mereka melepas segala yang mereka diamkan
Sebelum mereka berlari mengejar mentari di ujung senja
Sebelum melukis goresan di lembaran kehidupan yang berserakan di pelataran gedung itu
Kau pernah menantang langit untuk turun
Kau pernah menantang bumi
Kau pernah menantang angin
Kau pun pernah bergulat dengan api
Seperti apa yang pernah ku titahkan kepada mu di seberang jalan itu
Kau adalah yang terhebat
Kau adalah yang pandai
Kau itu luar biasa
Kau berteman dengan langit serta bumi
Seperti apa yang kau pernah katakan kepadaku di seberang jalan itu
Di bawah malam-malam gubukku
Persinggahan keluh peluhku
Anak-anakku meraut penah yang patah untuk mencoret
Sebelum kau berkata
Sebelum kau berlalu
Sebelum aku titahkan sekali lagi kau adalah anak terhebatku

Kepuhanyar, 06 Desember 2014

Untuk Anakku yang Terhebat di Seberang Jalan

- Copyright © Jejak Aria Winardi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Aria Winardi -