Archive for 2022
Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari
seluruh rangkaian materi belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak. Pada
kegiatan ini, Anda akan melakukan sebuah refleksi diri sejauh mana Anda
mengenal dan memahami Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Sejauh ini
Anda sudah sering mendengar kata kata seperti budi pekerti, ing
ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang
menjadi jiwa dari pendidikan nasional. Oleh sebab itu, pada tahap awal
ini, Anda akan berdialog dengan diri Anda sendiri untuk menemukan pemikiran
mendasar Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan peran Anda sebagai
pendidik’.
Sebagai pemantik proses refleksi tersebut, mari
kita ingat-ingat kembali pengalaman ketika kita bersekolah. Jawaban pertanyaan
berikut tidak perlu ditulis namun tetap perlu dilakukan dengan
sungguh-sungguh.
- Pengalaman apa yang membuat
Anda menjadi rindu bersekolah, atau, pengalaman apa yang membuat Anda
kehilangan motivasi untuk bersekolah? (pilih salah satu)
- Peristiwa apa yang membuat
Anda merasa berkembang dan belajar sebagai seorang pembelajar?
- Siapa sosok guru yang
menginspirasi Anda?
- Apa pengalaman yang berkesan
bersama guru tersebut?
- Pernahkah Anda menduplikasi
atau mengadaptasi yang dilakukan oleh guru tersebut di kelas yang Anda
ampu?
Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di bawah terkait pemikiran-pemikiran Ki
Hadjar Dewantara (KHD).
1.
Tulisan Reflektif Kritis
Buatlah
sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500
kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah
disediakan. Pertanyaan panduan tulisan reflektif kritis Anda terkait
konsep pemikiran Pendidikan KHD:
- Apa yang ada Anda ketahui
tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan
pengajaran?
Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan
sesuai dengan kondisi masyarakat di Indonesia, bahkan pemikiran-pemikirannya
masih relevan hingga saat ini. Pemikiran yang dikemukakan oleh Ki Hajar
Dewantara dapat menjadi landasan dalam menentukan Kebijakan Pendidikan yang
diambil dalam pelaksanaan Pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara
menyatakan bahwa “Untuk mendapatkan sistem
pengajaran yang berfaedah bagi perikehidupan bersama, haruslah sistim itu
disesuaikan dengan hidup dan penghidupan rakyat serta pentingnya asas menurut
keadaan (natuurlijkheid), dalam arti segala alat, usaha dan cara pendidikan harus
sesuai dengan kodratnya keadaan.”
Makna yang tersirat dari pemikiran Ki Hadjar
Dewantara tersebut adalah pentingnya kontekstualitas dalam pendidikan,
pendidikan yang sesuai dengan zamannya, atau asas menurut keadaan.
Konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara: Pertama, Manusia
Indonesia yang berbudi pekerti adalah yang memiliki kekuatan batin dan
berkarakter. Kedua, manusia Indonesia yang maju pikirannya adalah yang cerdas
kognisi(tahu banyak dan banyak tahu). Ketiga, Manusia yang maju dalam
aspek tubuh adalah manusia yang mampu mengendalikan tubuhnya.
Melihat uraian diatas, saya dapat menangkap
pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yakni upaya yang konkret untuk
memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Karena menurut beliau, Pendidikan
merupakan salah satu pintu masuk untuk mewujudkan manusia yang merdeka. Baik
bemerdekaan lahiriah maupun batiniah manusia, baik sebagai makhluk individual
maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Dengan demikian, pendidikan
menjadi wadah untuk membangun otonomi intelektual, otonomi eksistensial, dan
otonomi sosial.
- Apa relevansi pemikiran KHD
dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di
sekolah Anda secara khusus?
Relevansi pemikiran KHD dengan konteks
pendidikan Indonesia saat ini sangat jelas, dimana untuk mewujudkan manusia
Indonesia seutuhnya tanpa harus meninggalkan konsep awal pemaknaan pendidikan
di Indonesia, yakni Manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, manusia
Indonesia yang memiliki pemikiran maju seiring berkembangnya zaman, serta
manusia yang mampu mengendalikan tubuh (secara emosional).
Pemikiran yang demikian pula yang menjadi pedoman
dalam giat pembelajaran di sekolah saya, dengan ragam karakteristik Murid,
karakteristik niat, dan latar belakang orang tua, menjadikan kami senantiasa
terus membumikan konsep dasar pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hajar
Dewantara, bahkan pemikiran tersebut juga seiring dengan pemikiran pendiri
sekolah tempat saya mengabdikan diri yang berada di lingkungan pondok
pesantren.
- Apakah Anda merasa sudah
melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan
aktivitas sebagai guru?
Sebagai guru yang secara kebetulan sebagai
lulusan Tamansiswa, setidaknya saya sudah melaksanakan satu diantara beberapa
pemikiran KHD dalam melaksanakan tugas sebagai guru, terlebih dalam hal
menjadikan sekolah sebagai taman untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan.
Meskipun masih banyak hal yang perlu saya pelajari dari pemikiran KHD terhadap
pendidikan dan pengajaran.
*) Maknai dan hayati pilihan Anda menjadi guru dalam menuliskan tulisan reflektif-kritis. Hindari perihal teknis seperti tidak tersedianya buku ajar bagi murid, masih berstatus guru honorer dsb-nya. Fokus pada pilihan Anda menjadi guru.
2. Harapan dan
Ekspektasi
Ungkapkan Harapan
dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.
- Apa saja harapan yang ingin
Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari
modul ini?
Semakin memahami pemikiran KHD terhadap Pendidikan dan
pengajaran, sehingga mampu mengimplementasikan pemikiran-pemikiran tersebut.
- Apa saja harapan yang ingin
Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari
modul ini?
Murid dapat secara senang hati mengeksplorasi kemampuan yang
mereka miliki serta memiliki keberanian dalam hal menyampaikan gagasan atau ide.
- Apa saja kegiatan, materi,
manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?
Mendapat tambahan wawasan mengenai pendidikan yang sesuai
pemikiran KHD serta lebih mengenal konsep pengajaran seperti TAMANSISWA, yang secara
etimologi sebagai wadah yang menyenangkan dalam belajar.
Refleksi diri tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara - CGP A7 Mojokerto 1.1.a3
![]() |
| surat pengumuman CGP 7 Tahap 2 |
Puncak dari penantian seleksi Guru Penggerak Angkatan 7, akhirnya terbayar tuntas tepat pada 26 September 2022. Pund demikian bagi peserta seleksi CGP Angkatan 7 Provinsi Jawa Timur, terkhusus Kabupaten Mojokerto. Ada 172 CGP Kabupaten Mojokerto yang dinyatakan lolos seleksi tahap 2 CGP Angkatan 7, dan dari sekian nama yang tertera, adalah nama saya Aria Winardi, yang lolos dari seleksi Kuota Tambahan Angkatan 7.
![]() |
| kutipan daftar peserta lolos tahap 2 CGP 7 |
Syukur Alhamdulillah, kusampaikan kepada Allah Swt. Terharu, dari sekian proses sejak ikut seleksi CGP Angkatan 5, yang harus kandas di seleksi tahap 2. Saya lanjutkan dan menyakinkan untuk ikut seleksi CGP Angkatan 7. Sempat berpatah arang, karena gagal lolos seleksi tahap 1, namun perjalanan baru harus tersusun kembali, setelah dapat informasi untuk melankutkan seleksi tahap 2 lewat kuota tambahan. Dan Alhamdulillah lolos hingga penetapan peserta CGP angkatan 7.
Terima kasih juga atas segala doa
dari orang tua, mertua, istri, sanak saudara, dan tak terlupa terima kasih yang
paling tulus untuk rekan-rekan di yayasan pendidikan Islam Al-Multazam
Mojokerto, Abah dan Umi, Gus Mad yang selalu meyakinkan diri saya untuk melaju
terbaik di dunia pendidikan, Abah Din yang senantiasa memberi wejangan
terbaiknya.
![]() |
| Temu maya pembukaan PGP Angkatan 7 Tahun 2022 |
Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 tahun 2022 oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dilakukan secara daring, namun tak menyurutkan niat untuk memirsa secara saksama pesan yang disampaikan oleh Mendikbudristek RI kepada calon guru penggerak.
Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan orientasi Guru Penggerak Angkatan 7 provinsi Jawa Timur oleh Balai Besar Guru Penggerak provinsi Jawa Timur. Tak jauh berbeda dari apa yang disampaikan oleh Mendikbudristek dalam acara pembukaan. Di sini, dari Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur, menitikdepankan agar para peserta senantiasa mengikuti secara khidmat seluruh rangkain pendidikan guru penggerak yang akan berlangsung selama 6 bulan kedepan.

Pembukaan Lokakarya Orientasi
Kegiatan dibuka oleh penanggungjawab Program PGP Provinsi
Jawa Timur. Dalam sambutannya beliau menyambut baik kegiatan Lokakarya
Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 ini. Tujuan
diselenggarakan Lokakarya ini adalah untuk memberi pemahaman tentang Program
Guru Penggerak, alur belajar Guru Penggerak dan dukungan yang perlu diberikan
oleh Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan selama program
berlangsung selama 6 bulan kedepan. Kegiatan ini juga diikuti kurang lebih 172
peserta yang terdiri dari unsur Calon Guru Penggerak (CGP), Pengajar Praktek,
Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.
Setelah pembukaan lokakarya orientasi PGP Angkatan 7 di aula
SMPN 1 Sooko, para peserta dibagi menjadi 5 Kelompok kelas. Dan melakukan
orientasi bersama pengawas serta Pengajar Praktik masing-masing. Suasana gayeng,
sudah tampak dipermulaan kegiatan.
Saya sendiri berada di kelas A7 191 Mojokerto 1, yang
dipandu oleh 3 Pengajar Praktik ; Pak Samsuari (SMAN 1 Gedeg), Bu Sarni (SMPN 1
Trowulan), dan Bu Hamidatul Ula (SMP Al-Islah Trowulan). Rangkaian kegiatan
secara runtun dilaksanakan dengan serius nan santai.
Suasana yang sangat menggambarkan kebebasan murid dalam
belajar. Canda tawa, kolaboratif beragam dicontohkan oleh Pengajar Praktik. Diawali
dengan games perkenalan diri, di mana setiap peserta harus menuliskan nama
panggilan serta menggambarkan benda hidup atau mati yang merepresnetasikan diri
peserta.
Saya sendiri menuliskan nama panggilan ARIA, kata pertama
dari nama lengkap saya. Sedangkan benda yang saya gambarkan adalah AIR, dimana benda
tersebut merepresentasikan diri saya, yang selalu ingin mengalirkan diri
terhadap apa yang telah tersajikan di lingkungan sekitar hingga bisa
menyesuaikan diri terhadap tempat yang saya singgahi, selain itu AIR merupakan
sumber kehidupan.

Pengisian lembar kerja Harapan dan Kekhawatiran CGP bersama Kepala Sekolah
![]() |
| Akhir perjalanan lokakarya (foto bersama Pengajar praktik) |
Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) - CGP A7 Kabupaten Mojokerto
Apa yang Anda ketahui tentang pengertian sajak? Apa yang ada di benakmu ketika mendengar sajak? Tidak sedikit orang menyatakan bahwa sajak sama dengan puisi. Namun ternyata keduanya terdapat perbedaan lho. Jika berbicara tentang puisi tentu bahasan yang akan disampaikan adalah mengenai sebuah karya sastra yang sarat dengan kalimat yang mengandung perasaan dan juga pemikiran sebagai wujud dari ekspresi diri. Bagaimana dengan sajak?
Menurut KBBI arti dari sajak itu sendiri adalah suatu karya sastra yang dalam penyajiannya berbentuk baris-baris yang terikat dan teratur.
Sajak adalah puisi Melayu moden yang berbentuk karangan berangkap, berbentuk bebas dan tidak terikat pada jumlah baris, perkataan sebaris, suku kata sebaris, rangkap, rima dan sebagainya.
Sekilas memang mirip ya, antara puisi dengan sajak namun, jika ditelisik lebih dalam sajak memiliki arti yang lebih spesifik dibandingkan dengan puisi. Bisa dibilang kalau puisi merupakan sastra yang menudungi sajak sementara sajak adalah suatu individu puisi.
Teringat pada malam peringatan hari santri ke-2, pembacaan puisi menjadi salah satu rangkaian agenda. Bertajuk “Ketika Kyai-Nyai-Santri Berpuisi : Pesantren Tanpa Tanda Titik,” puluhan penyair, para Kyai dan Nyai unjuk kebolehan membaca puisi di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.
Dengan segala kepadatan aktivitas pesantren—yang seperti tak berjeda itu; semisal sekolah, musyawarah, hafalan, ngaji, roan, lalaran, bahtsul masa’il, ditambah masalah-masalah subjektif pada diri santri—nyatanya santri tetap memiliki dahaga untuk merekam setiap jejak peristiwa, menghidupkan gagasan, membangun imajinasi, dan mengekspresikan setiap inci perjalanan di atas tinta yang tergores artistik, dalam selembar kertas.
Dalam kepadatan aktivitas pesantren itu, santri mampu menemukan ruang kecil bagi dirinya untuk menulis, berkisah, dan memformulasikan apa saja yang masih terbatas dan terbata. Ia susun keterbatasan itu—juga keterbatasannya—menjadi sebuah narasi sempurna, sebuah cipta yang eksotis.
Kaum sarungan, dengan gaya yang khas dan unik, pada mulanya memang dikenal sebagai orang-orang yang selalu menggumuli kitab-kitab klasik dan anti terhadap “bacaan luar”. Tetapi zaman terus berubah, waktu terus bergerak di atas kesadaran santri untuk melihat hal-hal “lain” dengan sikap terbuka. Dan di era kini, santri memiliki kapabilitas untuk ikut berperan dalam berbagai bidang kehidupan, tidak hanya berputar pada literatur kitab klasik belaka. Santri benar-benar telah membuktikan bahwa kaumnya mampu mengisi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, mulai dari pemerintahan, industri, akademik, utamanya dunia kepenulisan.
Pun demikian yang dilakukan santri-santri Pondok Pesantren Al-Multazam. Di sekian kepadatan aktivitas mereka—satu diantara perannya dalam dunia kepenulisan, berhasil melahirkan tulisan yang diberi tajuk “Sang Pelita Adiratna”.
Dalam lembaran ini, penulis berusaha untuk sedikit mengulik tentang karya terbaru santri pondok pesantren Al-Multazam yang tertuang dalam Kumpulan Sajak. Mulai dari struktur hingga proses kreatifnya.
STRUKTUR SAJAK ATAU PUISI
STRUKTUR
1 cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; 2 yang disusun dengan pola tertentu; 3 pengaturan unsur atau bagian suatu benda; 4 ketentuan unsur-unsur dari suatu benda; 5 Ling pengaturan pola dalam bahasa secara sintagmatis; (KBBI)
Analisis struktural pada karya sastra dalam hal ini karya fiksi yaitu dengan mengidentifikasi, mengkaji, kemudian mendeskripsikan hubungan antar unsur instrinsik karya fiksi yang menjadi objek analisis (Pradopo, 2001:267-268).
Pengertian Puisi
Pengertian Puisi adalah suatu karya sastra berupa ungkapan isi hati penulis di mana di dalamnya ada irama, lirik, rima, dan ritme pada setiap barisnya. Dikemas dalam bahasa yang imajinatif dan disusun dengan kata yang padat dan penuh makna.
Pengertian Puisi Menurut Para Ahli
Menurut H.B Jassin Puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu pikiran-pikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan.
Menurut Sumardi Puisi adalah karya sastra dengan bahasa dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan kata-kata bermakna kiasan (imajinatif).
Menurut James Reevas Puisi merupakan ungkapan bahasa yang penuh dan kaya akan daya pikat.
Menurut Herman Waluyo Puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memokuskan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.
Karya puisi mengandung nilai estetika tersendiri. Orang yang membuat puisi disebut dengan penyair puisi. Tiap puisi memiliki karakteristik tersendiri diantara satu dengan lainnya.
Dalam puisi terdapat unsur-unsur yang membentuknya. Unsur Puisi terdiri dari struktur batin dan struktur fisik.
1. Struktur Fisik Puisi
Struktur fisik puisi adalah unsur puisi yang bisa dilihat dan diamati secara langsung dengan mata. Struktur ini terdiri dari diksi, citraan/imaji, majas, kata konkret, tipografi dan rima.
Diksi adalah pemilihan kata oleh seorang penyair untuk mendapatkan efek yang sesuai dengan keinginannnya. Pemilihan diksi pada puisi sangat berpengaruh dengan makna yang ingin disampaikan penyair.
Contoh :
Pemilihan kata pada judul “Sang Pelita Adiratna”, 3 kata terpilih memberi gambaran bahwa para penulis menempatkan apa yang menjadi keistimewaan penulis di tempat yang lebih dari yang istimewa.
“Detak jantungku seolah tak berdenyut, Kala sang arunika tampak sengit, nan enggan menorehkan senyum”, pilihan kata arunika menggantikan kata fajar atau matahari, yang lazim digunakan oleh penulis pemula. Ini juga menunjukkan bahwa khazanah baca para penulis yang luas.
Selain pilihan kata yang memiliki karateristik, pilihan sederhana nan penuh perwakilan suasana juga kuat dan telah ditampilkan dalam kumpulan sajak ini.
“tempahan kaki yang meliru tanda kehadiranmu, menapakkan kakki di atas bumi tempatku beradu”
“Sesuatu yang sederhana namun bermakna, memberikan sejuta goresan tinta, mengukir sebuah sejarah dari banyaknya sejarah”
Kata Konkret adalah susunan kata yang memungkinkan terjadinya imaji.
Kata konkret seperti badai salju menggambarkan permasalahan atau ketidaktahuan,
Rima atau Irama Adalah persamaan bunyi dalam penyampaian puisi dari awal hingga akhir puisi. Beberapa bentuk rima di antaranya: (1) Onomatope: Tiruan bunyi, misalnya prank yang mengungkapkan sesuatu yang pecah. (2) Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya. (3) Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.
Imaji atau Citraan adalah pemberi gambaran kepada para pendengar/pembaca agar seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan atau mengalami hal-hal yang terkandung dalam puisi. Citraan mempunyai 6 macam, diantaranya citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, perabaan dan pergerakan.
Tipografi Adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, batas tepi kertas kanan, kiri, atas, bawah, jenis huruf yang digunakan. Unsur ini berpengaruh pada pemaknaan dari isi puisi itu sendiri.
Dalam kumpulan sajak ini, memang belum tampak tipografi yang memiliki ke-khas-an tersendiri, cendurung lazim puisi-puisi remaja sekolah yang sedang kasmaran. Bukan menjadi kekurangan, namun inilah karakter santri yang tidak neko-neko. Dan juga tidak perlu jadi neko-neko, agar terlihat lebih istimewa.
Majas adalah pemakaian bahasa dengan cara melukiskan sesuatu dengan konotasi khusus sehingga arti sebuah kata bisa mempunyai banyak makna.
“Tak ada benih pemuda bangsa yang terjadi”, benih dalam denotasi makna berarti biji atau buah yang disediakan untuk ditanam atau disemaikan: sesuatu yang akan tumbuh atau akan menjadi:
2. Struktur Batin Puisi
Struktur batin puisi adlaah unsur pembangunan puisi berupa makna yang tidak terlihat oleh mata. Contohnya adalah tema, nada, suasana, perasaan dan amanat/tujuan.
Tema/ Makna adalah unsur ini berupa makna yang tersirat yang ingin disampikan penulis kepada pembaca/ pendengar.
Nada adalah sikap penyair terhadap audience-nya, yang berkaitan dengan makna dan rasa. Dari nada yang terdengar, audience dapat menyimpulkan sikap penulis sedang mendikte, menggurui, memandang rendah, atau sikap lainnya.
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis pada para audience-nya.
Dari sekian struktur yang terjabarkan dalam kumpulan sajak ini, tergambar jelas bahwa para penulis ingin menjelaskan bahwa seorang atau sosok guru yang diharapkan adalah seorang yang mampu memberikan teladan (tiru) serta seorang dapat dipercaya (gugu) untuk menemani perjalanan mencari pengetahuan sebagai bekal untuk membersamai zaman mereka hidup dan bekal di kehidupan berikutnya.
Sosok guru yang selalu bisa menjadi teman untuk berinovasi dan saling berbagi pengalaman mengajar yang baik, seperti arunika. Mungkin saat ini, para penulis menemukan segalanya pada sosok yang digambarkan laksana perempuan yang cantik. Dalam pemaknaan konotasinya, sosok yang memiliki keanggunan dalam karakter masing-masing, dan memberikan kesejukan pandangan ketika penat menyergap di tengah kepenatan aktivitas sebagai santri.
Kenapa demikian ?
Karena Siswa generasi Z memiliki karakteristik unik yang harus Guru Pintar ketahui. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi Guru Pintar untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik gen Z dan juga kebutuhan mereka.
Pada umumnya siswa generasi Z selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada. Anak-anak ini sudah terbiasa memegang gawai sejak kecil. Pengenalan teknologi dan dunia maya ini sangat berpengaruh pada perkembangan kehidupan dan kepribadian anak Gen Z.
Bukan karena lahir dan hidup pada jaman perkembangan teknologi, namun geneari ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang tentunya menjadi sisi lain untuk dipelajari, untuk kelebihan mereka antara lain ; Memiliki intelektual yang baik, lebih terbuka terhadap segala sesuatu, memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang lebih. Banyak, memiliki motivasi tinggi terhadap suatu hal, multitasking atau dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Namun, ada hal yang juga perlu diwaspadai atau menjadi wira’I terhadap kekurangan mereka ; Individualistis dan egosentris, kurang fokus, menyukai hal-hal yang instan dan kurang menghargai proses, memiliki emosi yang labil. Implikasi karakteristik generasi Z yang menjadi perhatikan seorang guru sebagai berikut; memberikan bimbingan, menyenangkan, mengakomodir kegemaran mereka.
PEREMPUAN YANG CANTIK DALAM KONSILIASI GENERASI Z DALAM BALUTAN SAJAK “SANG PELITA ADIRATNA”
Bulan
Muharam adalah bulan istimewa umat Islam. Selain peringatan Tahun Baru Hijriah
pada tanggal 1 Muharam, sebagian masyarakat bahwa tanggal 10 Muharram adalah
hari Raya atau Lebaran Anak Yatim, di mana salah satu sunnah Muharram dianjurkan
untuk dilaksanakan.
Sehubungan
dengan bulan Muharram, pada hari Ahad, 7 Agustus 2022 Pondok Pesantren Al-Multazam
2 yang menaungi SMP dan SMA Al-Multazam Putra mengadakan kegiatan Santunan Anak
Yatim, bertepatan dengan 9 Muharram 1444 H dalam ajaran Islam yang dikenal
sebagai Hari Tassu’a.
Hari
Asyura Menurut ahli Wikipedia, Maksud dari TASUA (bahasa Arab: تاسوعاء
tasu'a) adalah hari kesembilan Muharram dan sehari sebelum Asyura. Secara
bahasa TASUA merupakan turunan dari kata tis’ah yang artinya sembilan.
Sedangkan tujuan puasa Tasu'a adalah untuk mengiringi puasa hari asyura dengan
puasa di hari sebelumnya. Sederhananya, fungsi puasa ini untuk mengiringi puasa
asyura. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa tasu’a
saja.
Terkait
hal tersebut diatas Pondok Pesantren Al-Multazam 2 bekerjasama dengan SMP
Al-Multazam melaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada 50 Anak Yatim di
lingkungan Pondok Pesantren Al-Multazam 2 Desa Sambiroto Kecamatan Sooko
Kabupaten Mojokerto.
Kegiatan
diawali dengan acara penampilan Grup Banjari Az-Zauro, kemudian dilanjutkan
dengan pembukaan dan pembacaan salawat nabi bersama seluruh warga sekolah SMP-SMA
Al-Multazam Putra, teridiri dari Peserta didik, pendidik dan tenaga
kependidikan. Dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren
Al-Multazam 2, Agus H. M. Asywiruddin.
Pada
kesempatan acara, hadir Kepala SMP Al-Multazam, Ustaz H. Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag.
dan kepala SMAS Al-Multazam, Ustazah Ushuanah, S.E., yang sangat memberi apresiasi
positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan diakhiri dengan pemberian
paket santunan yang berkah untuk para yatim.
Ponpes Al-Multazam 2 "Menggapai Berkah Ilahi dengan Berbagi Rizki" | SMP Al-Multazam
![]() |
| tema mpls smp al-multazam dan smas al-multazam |
Menyambut tahun pelajaran baru, SMP
Al-Multazam dan SMAS Al-Multazam yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al-Multazam
2 Mojokerto mengagendakan beberapa kegiatan penuh semangat. Diantara kegiatan
tersebut adalah Mastawa (Masa Ta’aruf Siswa) yang dalam rangkaiannya merupakan
kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Kegiatan yang diikuti oleh
santri yang kelas VII dan kelas X, selama 4 hari pertama pada pekan efektif
kalender pendidikan yang telah disusun oleh sekolah dan pondok pesantren. Kegiatan
dilaksanakan mulai pada tanggal 25 Juli s/d 28 Juli 2022.
![]() |
| apel pembukaan MPLS 2022 |
![]() |
| kepala SMP Al-Multazam, saat memimpin apel pembukaan MPLS 2022 |
![]() |
| pengalungan kartu peserta MPLS 2022 oleh Kepala SMAS Al-Multazam |
![]() |
| jajaran dewan pengajar SMP Al-Multazam dan SMAS Al-Multazam |
Pembukaan Mastawa atau MPLS dilaksanakan
pada Senin, 25 Juli 2022 bertempat di lapangan utama pondok pesantren
Al-Multazam 2. Diikuti oleh selutuh peserta MPLS baik dari SMP Al-Multazam ataupun
SMAS Al-Multazam. Turut serta hadir pada kegiatan pembukaan Kepala SMP
Al-Multazam, Ustaz Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag. dan Kepala SMAS Al-Multazam,
Ustazah Usthuanah, S.E., beserta jajaran dewan Asatiz dan Asatizah kedua Lembaga.
Kegiatan apel dilangsungkan pada pukul 07.00 WIB dengan pemimpin apel Muhammad
Rizal Mushanif, siswa kelas 9, serta selaku pembina apel Ustaz Ah. Fauzi
Agustiono, S.Ag.
Dalam sambutannya, pembina apel
mengingatkan untuk senantiasa semua pihak menata kembali niat setiap
melaksanakan kegiatan, baik itu dewan guru maupun santri atau siswa. Karena penting
adanya segala sesuatu hal dilakukan didahului dengan niat terbaik, agar segala
yang dicitakan dapat tercapai dengan baik. Beliau juga berpesan kepada para
santri, sebisa mungkin terus menerus untuk mengenal segala yang ada di pondok
pesantren, hal ini dilakukan agar tidak memberikan atau hanya mendapatkan
sesuatu yang baik dengan sepotong-potong. Dalam apel pembukaan ini pun secara
simbolis dikalungkan kartu peserta kegiatan oleh Kepala SMP kepada siswa SMP,
dan kepala SMA kepada siswa SMA, sekaligus sebagai pertanda dimulainya kegiatan MPLS.
Selama 4 hari pelaksanaan, selain diisi
oleh dewan pengajar SMP dan SMA, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang
memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. SMP dan SMAS Al-Multazam yang
ada di pondok putra juga membuat kerjasama dengan instansi pemerintah lainnya
untuk terlibat dalam kegiatan MPLS, diantaranya ; Polsek Sooko, Koramil Sooko,
Puskesmas unit Sooko, dan P2TP2A Kabupaten Mojokerto.
![]() |
| materi pengenalan struktural pondok pesantren oleh Ustaz Saeful Kafi |
![]() |
| materi Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti oleh Ustaz Ah. Fauzi Agustiono |
![]() |
| pengenalan tata tertib sekolah oleh Ustaz Ramdlani In'am Arzaqi |
![]() |
| Materi penvegahan bullying oleh P2TP2A |
![]() |
| materi wawasan wiyata mandala oleh Ustaz Aria Winardi |
Kegiatan MPLS ditutup pada Kamis, 28 Juli
2022. Dimeriahkan dengan tampilan dari siswa kelas 7 dan kelas 10. Dipandu oleh
Ustaz Hamidi Thohir, selaku coordinator acara. Kegiatan penutupan MPLS dimulai
pukul 10:00 WIB, diawali dengan pemandu acara dengan 4 bahasa (Arab, Inggris,
Indonesia, dan Jawa), pembacaan puisi, pertunjukkan pencak silat, pidato dua bahasa,
dll. Selain penampilan siswa, disampaikan juga laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban
panitia yang disampaikan oleh Ustaz Ramdlani In’am Arzaqi sebagai ketua
pelaksana. Acara secara resmi ditutup oleh Kepala SMP Al-Multazam.
![]() |
| si paling setia menemani MPLS 2022 |
![]() |
| barisan calon cahaya terang ponpes Al-Multazam 2 |
![]() |
| doa oleh Ustaz H. Ahmad Rudianto |
![]() |
| pemberian kado peserta MPLS 2022 terbaik SMA oleh Ustazah Yuli Isnaini |
![]() |
| pemberian hadiah peserta terbaik oleh Ustaz Aria Winardi |
![]() |
| peragaan tarung pencak silat pesarta SMA |
MPLS SMP AL-MULTAZAM DAN SMAS AL-MULTAZAM MOJOKERTO, Mengoptimalkan Generasi Milenial yang Unggul
![]() |
| pembukaan rapat dinas TP. 2022/2023 |
Mengawali Tahun pelajaran baru yang dijadwalkan pada tanggal 25 Juli 2022, Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto beserta Lembaga di bawah naungannya; SMP Al-Multazam, MTs Al-Multazam dan SMAS Al-Multazam, melakukan rapat dinas awal tahun. Awal pelaksanaan pelajaran baru di Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto memang sedikit berbeda memulainya, hal ini dikarena adanya penyesuaian dengan penanggalan kegiatan di Pondok Pesantren Al-Multazam. Banyak hal yang harus disiapkan baik secara administrasi maupun kelengkapan secara fisik terutama berkaitan dengan pelayanan kegiatan pembelajaran. Untuk itu diperlukan adanya rapat koordinasi, merapatkan barisan, menyamakan persepsi dan langkah terhadap setiap detail keputusan yang ditetapkan.
![]() |
| peserta rapat dinas TP. 2022/2023 |
Pada Hari Ahad, tanggal 24
Juli 2022, SMP Al-Multazam mengadakan kegiatan Rapat Dinas awal semester gasal tahun pelajaran 2022/2023. Rapat ini diadakan sebelum dilaksanakannya kegiatan
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa kelas VII yang telah diterima
di di Pondok Pesantren Al-Multazam dan kelas X yang melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Al-Multazam. Kegiatan rapat diadakan di ruang aula Pondok
Pesantren Al-Multazam dan diikuti oleh seluruh guru dan karyawan Yayasan
Pendidikan Islam Al-Multazam.
Rapat yang dipandu oleh
Ustazah Novi Hidayati, S.S. tersebut dibuka oleh Kepala Sekolah SMP Al-Multazam,
Ustaz Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ustazah
Usthuanah, S.E. dan Ustazah Evi Rakhmawati, S.T. keudanya merupakan Kepala SMAS
Al-Multazam dan Kepala MTs Al-Multazam. Dalam rapat tersebut, Kepala Sekolah
menegaskan akan pentingnya pelaksanaan tupoksi dengan baik dan menyiapkan
segala berkas demi kelengkapan dokumentasi. Serta mengembalikan semangat atau
karakteristik yang selama ini menjadi ikon dari Pondok Pesantren Al-Multazam, yakni penguatan penguasaan Bahasa asing (Bahasa
Arab dan Bahasa Inggris). Selain itu, Kepala Sekolah juga menyesuaikan Visi dan Misi sekolah.
Dalam Paparannya, Ustaz Ah. Fauzi
Agustiono, S.Ag. menyampaikan bahwa keberhasilan suatu program, selain
ditentukan oleh perencanaan yang matang yang mengacu pada
Visi, Misi dan tujuan yang ingin dicapai, juga faktor kerjasama yang optimal
dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan. Lebih lanjut, Ustaz Ah. Fauzi Agustiono,
S.Ag. menekankan kembali target Lembaga terkait dengan pelayanan pendidikan dan
upaya peningkatan kualitas serta kuantitas peserta didik di tahun-tahun
berikutnya. Hal ini tentunya diperlukan proses, pengelolaan yang optimal, kerja
keras dan tuntas dengan strategi dan inovasi yang terus dikembangkan.
OPTIMALISASI KOORDINASI ITU PENTING ! - RAPAT DINAS AWAL TAHUN PELAJARAN 2022/2023
![]() |
| banner workshop pengembangan kurikulum |
Libur telah tiba… libur telah
tiba… hore hore…. Eits, itu hanya berlaku untuk peserta didik lho ! tidak untuk
pendidik dan tenaga kependidikan di Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto.
Sebanyak 62 guru terdiri dari guru mata pelajaran dan guru BK di Yayasan Pendidikan
Islam Al-Multazam, Sabtu, (2/7) mengikuti workshop Kurikulum
Merdeka bertema “Persiapan Implementasi Kurikulum Merdeka di Yayasan Pendidikan
Islam A-Multazam”. Berada di lingkungan Pondok Pesantren (PTK SMP-MTs-SMAS
Al-Multazam) diberi pelatihan tentang Struktur Kurikulum, pembuatan TP, ATP,
hingga membuat perangkat ajar, dalam rangka persiapan guru menerapkan Kurikulum
Merdeka di awal tahun pelajaran 2022/2023 untuk siswa kelas 7 dan kelas 10.
Kegiatan workshop tahun ini
mendatangkan Drs. Sofwan, S.Pd., M.M. yang berdinassebagai pengawas sekolah
cabang dinas wilayah kota-kabupaten Mojokerto sebagai narasumber. Materi yang
disampaikan diantaranya, struktur kurikulum, simulasi pembuatan jadwal, serta
analisis capaian pembelajaran. Dipandu oleh Aria Winardi, selaku Ketua Panitia
dan Khoirus Salamah sebagai moderator kegiatan. Kegiatan dimulai pukul 08:00 hingga
13:00 WIB
![]() |
| Pembukaan Workshop Pengembangan Kurikulum |
Kepala SMP Al-Multazam, Ah. Fauzi
Agustiono, S.Ag. selaku perwakilan penanggungjawab kegiatan mengatakan dalam
sambutannya, tiada yang abadi selain sebuah perubahan. Pun demikian dengan Kurikulum
sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan
pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam perkembangannya,
kurikulum terus mengalami perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dalam
rangka meningkatkan kualitas Pendidikan dan kehidupan manusia.
“Kurikulum Merdeka adalah Merdeka
Belajar. Merdeka Belajar merupakan kebebasan menentukan konten dan konsep yang
dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing. Merdeka
Belajar menjadi salah satu program untuk menciptakan suasana belajar di sekolah
yang bahagia, suasana yang gembira, Bahagia bagi peserta didik maupun para
guru,” ujar Aria Winardi, S.Pd.
![]() |
| antusias peserta workshop |
Dalam pemaparan tentang kebijakan
impelementasi kurikulum merdeka, Pak Sofwan menyampaikan banyaknya perubahan
dan perbedaan antara Kurikulum 2013 dengna Kurikulum Merdeka. Salah satu hal
yang mencolok dari perbedaan tersebut adalah penerapan Proyek Penguatan Profil
Pelajar Pancasila (P5). Pelajar Pancasila merupakan perwujudan pelajar
Indonesia yang mempunyai karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, semangat
belajar tinggi, menjadi pembelajar sepanjang sepanjang hayat serta mempunyai
kompetensi global. Ada 6 profil belajar Pancasila yang harus dimiliki oleh
anak-anak Indonesia diantaranya beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
dan berakhlak mulia, gotong royong, berkebhinekaan global, mandiri, kreatif dan
bernalar kritis.
Pelajar
Pancasila sendiri dirumuskan berdasarkan kajian literatur, diskusi terumpun
yang melibatkan pakar di bidang Pancasila, psikologi pendidikan, dan para
pendidik untuk mewujudkan Indonesia yang maju, berdaulat, mandiri serta
berkepribadian baik. Pasalnya nasib bangsa ada di tangan anak-anak Indonesia.
Selain penerapan P5, dalam
struktur kurikulum merdeka juga sudah ditiadakannya mata pelajaran peminatan
dan lintas minat yang biasanya terdapat pada struktur kurikulum 2013 kelas 10. Istilah-istilah
baru pun dikenalkan agar pendidik tidak kebingungan ketika sudah menerapkan
kurikulum merdeka kelak. Meski, penerapan kurikulum merdeka secara massif diterapkan
pada tahun pelaajaran 2024/2025, namun tiada salah jika Lembaga atau pendidik mulai
hari ini berbenah.
Agenda workshop yang diselenggarakan dalam satu hari ini diharapkan para guru mengetahui kebijakan pemerintah terkait Kurikulum Merdeka serta mampu mengimplikasikan Kurikulum Merdeka, dan pemanfaatan platform Merdeka Mengajar dalam upaya mewujudkan profi Pelajar Pancasila. Dari workshop ini, juga diharapkan dapat memberdayakan dan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru di Lembaga naungan Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam (SMP, MTS, dan SMAS Al-Multazam) dan muaranya dapat meningkatkan mutu lulusan Pondok Pesantren Al-Multazam. Adapun kurikulum yang akan diterapkan di Lembaga Yayasan Pendidikan Islam Al-Multazam adalah Kurikulum Merdeka Mandiri Berubah. Semoga dalam penerapan kurikulum merdeka tersebut dapat banyak memberikan ruang kepada para guru dan siswa, untuk lebih kreatif dalam melaksanakan proses belajar serta mengajar.
![]() |
| pembacaan doa oleh Ustaz Komar |
![]() |
| foto bersama narasumber workshop |
SAT... SET... BELAJAR DAN BERUBAH MENYONGSONG KURIKULUM MERDEKA- YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-MULTAZAM MOJOKERTO
Pada Hari ini Rabu, 15 Juni 2021 SMP Al-Multazam Sooko menggelar rapat penentuan kelulusan kelas IX. Rapat dimulai pada pukul 10.00 s.d.13.00 bertempat di Laboratorium Komputer SMP Al-Multazam Sooko yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag. dan dihadiri oleh Dewan Guru serta Tata Usaha.
Kegiatan rapat diawali dengan pengarahan oleh
Kepala Sekolah. Beliau mengajak semua pendidik untuk tetap semangat melaksanakan
tugas dan tanggungjawab, serta mengajak para guru untuk dapat bersama-sama
mengambil keputusan rapat penetuan kelulusan yang terbaik. Beliau juga
menyampaikan agenda kegiatan menyambut penerapan Kurikulum Merdeka di SMP
Al-Multazam Sooko pada tahun pelajaran 2022/2023.
Dalam kesempatan yang sama, kegiatan rapat
dilanjutkan dengan paparan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum (Wakakur), Ramdlani
In’am Arzaqi, S.Pd. tentang kriteria kelulusan, nilai akhir peserta didik, dan
waktu pelaksanaan pengumuman. Ada beberapa Kriteria Kelulusan yang
disampaikan Waka Kurikulum pada rapat kelulusan kelas IX TP. 2021/2022, antara
lain:
1.
menyelesaikan seluruh program pembelajaran dimasa pandemic covid
19 yang di buktikan memiliki nilai Rapor dari mulai semester 1 sampai dengan
semester 6
2.
memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir aspek sikap
untuk seluruh mata pelajaran
3.
Mengikuti ujian yang dilaksanakan satuan pendidikan dan
dinyatakan Lulus Ujian Sekolah dengan ketentuan sebagai berikut:
4.
Nilai Ujian Sekolah (US) paling rendah sama dengan Ketuntasan
Minimal 70,0 untuk masing-masing mata pelajaran
5.
Rata-rata Nilai Sekolah (NS) untuk semua mata pelajaran yang
diujikan paling rendah sama dengan 60,0
Setelah melalui diskusi panjang, rapat hari
ini telah memutuskan secara bersama jumlah peserta didik yang dinyatakan lulus 21
Siswa atau 100% kelulusan satuan pendidikan.








.jpeg)
.jpeg)
























