“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.”

(Ki Hajar Dewantara)

Guru merupakan seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya tersebut. Dalam hal ini, guru tidak hanya mengajarkan pendidikan formal, tapi juga pendidikan lainnya dan bisa menjadi sosok yang diteladani oleh para muridnya. Lalu, Bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid-muridnya yang berbeda-beda? Seorang guru harus memerhatikan banyak hal agar pembelajaran dapat berlangsung optimal dan tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kebutuhan belajar setiap murid. Hal-hal yang dapat dilakukan oleh seorang guru ;

1.      Langkah awal yang perlu dilakukan seorang guru adalah mengamati serta menganalisi dengan cara observasi atau bentuk tes awal lainnya, guna mengetahui karakteristik dan latar belakang murid yang berbeda. Tentunya perlakuan untuk setiap individu juga akan berbeda. Langkah berikutnya guru dapat merancang metode pembelajaran yang bervariasi agar murid yang memiliki karakteristik berbeda dapat menyerap materi dan mengikuti pembelajaran dengan baik.

2.      Selanjutnya, guru dapat mengamati dan mengevaluasi seberapa efektif metode pembelajaran yang telah diterapkan. Jika memungkinkan, cobalah untuk bertanya pada murid tentang bagaimana pendapatnya selama menjalani pembelajaran. Melakukan refleksi pembelajaran sangatlah penting.

3.      Dari sana guru dapat mengembangkan metode pembelajaran sebelumnya dengan mempertimbangkan hasil evaluasi yang diperoleh. Dengan begitu maka metode yang diterapkan di kelas dapat berkembang jadi lebih baik lagi.

4.      Langkah terakhir yang bisa dilakukan guru agar dapat memenuhi kebutuhan belajar murid adalah memerbanyak literasi metode, model, atau strategi pembelajaran. 

Laksana sebuah orkestra, seorang guru merupakan arangger,yang memiliki tugas untuk mempersiapkan, menata, dan memiliki tanggung jawab untuk menyelaraskan beragam alat musik sehingga menjadi satu album musik yang dapat dinikmati oleh pendengarnya. Dengan memahami perbedaan dan keunikan murid, seorang guru hendaknya dapat memerlakukan murid sesuai dengan kebutuhannya, sehingga kebutuhan belajar murid dapat terpenuhi. Hal inilah yang menjadi dasar saya untuk melakukan pembelajaran dan mengevaluasi pembelajaran saya.

Setiap anak terlahir unik dan berbeda, mereka memiliki keistimewaannya masing-masing. Saat berada di dalam kelas, guru mungkin akan menyadari bahwa setiap anak yang meskipun berasal dari kelompok usia yang sama, memiliki banyak perbedaan. Baik dari sifat, sikap, penampilan, kebiasaan, minat, tingkat kecerdasan, tingkat emosional, cara bicara, bahkan cara belajar mereka. Perbedaan ini adalah sesuatu yang alami dan wajar.

Sebagai seorang pendidik, hal pertama yang saya lakukan adalah melakukan observasi pengenalan terhadap murid dengan cara bertanya dan bercerita untuk mengetahui latar belakang murid, dan melakukan tes awal di pertemuan pertama pembelajaran untuk mengetahui kemampuan kognitif murid.

Berbekal informasi awal tersebut, saya dapat merancang pembelajaran sesuai dengan karakteristik belajar murid serta memertimbangkan materi ajar. Dengan begitu, saya dapat menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi.

Untuk mengakomodir perbedaan yang dimiliki murid, maka seorang guru harus bisa memberikan pembelajaran yang menghargai perbedaan semua siswa, terbuka untuk semua, dan memenuhi kebutuhan setiap individu. Tentu perlu perlakuan yang berbeda untuk tiap murid. Perlakuan yang saya berikan kepada murid dengan cara membuat kelompok belajar murid dari hasil tes awal pembelajaran. Pembelajaran berlangsung dalam berbagai cara untuk memastikan bahwa informasi baru dapat dipahami oleh semua murid

Tantangan yang saya hadapi dalam proses pembelajaran adalah bagaimana ritme belajar murid tetap pada level selaras dan baik. Di awal pembelajaran saya masih kesulitan untuk mendiagnosis hasil tes awal, karena hasil yang sangat beragam. Namun dengan berkolaborasi bersama guru BK, saya dapat menatasi tantangan tersebut. Di setiap materi pembelajaran, saya melakukan metode pembelajaran yang berbeda, dan membebaskan murid belajar sesuai dengan kesenangan mereka serta mendampingi mereka dalam berproses pembelajaran. Hal-hal yang menjadi tantangan seorang guru, sebagai berikut :

a.       Tingkat kesiapan belajar murid yang berbeda. Kemampuan awal murid yang berbeda-beda dalam menerima materi berpengaruh pada proses pembelajaran berlangsung sehingga akan berpengaruh pula pada tingkat konsentrasi siswa saat menerima materi dalam proses pembelajaran. Menjadi tantangan bagi guru untuk bisa menyajikan pembelajaran yang mampu menuntun murid untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

b.      Perilaku siswa yang beragam. Setiap murid memiliki karakteristik masing-masing dalam belajar, maka guru seharusnya mampu mengenali karakteristik seriap muridnya sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan materi dapat terserap dengan sempurna oleh masing-masing murid.

c.       Minat dan bakat siswa yang berbeda. Murid dengan minat dan bakat berbeda juga harus menjadi perhatian guru. Seorang guru harus bisa menyadari perbedaan minat dan bakat setiap muridnya sehingga proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan lancar.  Dengan tersalurnya minat dan bakat siswa secara tepat dapat meningkatkan pembelajaran dan motivasi belajar siswa. Lalu sebaliknya, kalau tidak dikelola dengan tepat akan menimbulkan masalah bagi siswa, guru, bahkan sekolah.

Dalam menghadapi tantangan terkait dengan keragaman murid maka pembelajaran dirancang dengan strategi guru untuk memenuhi kebutuhan murid. maka guru harus dapat menciptakan strategi yang tepat untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif:

a.       Memilih Metode Pembelajaran Yang Tepat

Dengan mengetahui karakter seperti apa saja yang ada di kelas, guru bisa memadukan beragam metode pembelajaran untuk satu materi agar bisa dipahami oleh semua anak. Metode pembelajaran termasuk juga media pembelajaran yang menarik dan sumber belajar yang bervariasi.

b.      Memperlakukan Peserta Didik Secara Adil

Kemampuan murid yang tidak sama dalam satu mata pelajaran maka salah satu sikap guru menghadapi perbedaan karakter ini adalah tetap memperlakukan semua siswa dengan sama rata. terlepas dari seberapa besar kemampuan mereka dalam menerima materi yang diberikan oleh guru. Keragaman murid dalam menerima materi pelajaran akan adil jika disesuaikan dengan kemampuan setiap murid.

c.       Memberikan Motivasi Yang Tepat

Guru berperan memberikan motivasi yang tepat untuk setiap muridnya. Temukan kekurangan dan kelebihan setiap murid kemudian berikan dorongan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Hasil dari pembelajaran akan tercapai sesuai kompetnsi masing-masing murid melalui motivasi yang tepat dari guru pada setiap murid yang berbeda.

d.      Interaksi Secara Tepat

Membangun komunikasi yang tepat sangat penting dalam mencuptakan iklim belajar yang kondusif dan berpihak pada murid. Pemahaman yang baik terhadap perbedaan individual anak adalah kunci untuk menjalin komunikasi yang baik dengan peserta didik.

Proses pembelajaran dilaksanakan dengan mengutamakan pada setiap keputusan guru sebagai respon dari kebutuhan indvidu murid, sehingga menjadi sebuah pembelajaran yang berpihak pada murid. Proses pembelajaran juga dilaksanakan dengan menciptakan lingkungan belajar yang mendukung murid untuk belajar dan memastikan setiap murid merasakan dukungan untuk mereka di sepanjang proses pembelajaran.

Pembelajaran dievaluasi secara bertahap dan berkelanjutan sehingga akan diketahui kelemahan dan kelebihan setiap proses pembelajaran yang telah dan akan dilaksanakan. Guru dapat menggunakan informasi dari proses evaluasi sebagai panduan untuk menentukan mana siswa yang masih tertinggal dan yang sudah untuk mencapai target. Dengan demikian, proses pembelajaran akan dapat berjalan dengan lancar dan berpihak pada murid.

ARANGGER PENDIDIKAN ADALAH SEORANG GURU "PENJAGA RITME PEMBELAJARAN"

 

tampilan cover ppt budaya positif

A. Latar Belakang

Sekolah idaman adalah sekolah yang mampu menciptakan kenyaman dan memberikan kemerdekaan untuk hidup dan berkembang bagi murid sesuai kodratnya. Sekolah tersebut terhindar dari segala macam bentuk penindasan, bulliying, kekerasan dan pemaksaan terhadap warga sekolah khususnya murid. Sekolah tersebut akan berusaha sekuat tenaga untuk menciptakan suasana yang penuh dengan kehamonisan dan pembiasaan positif.

Faktanya masih ditemukan lingkungan sekolah yang belum memberikan keleluasaan kepada murid. Murid masih terkekang dengan budaya negatif, budaya yang tidak berpihak kepada murid. Murid sering menghindari pelanggaran karena takut dihukum secara fisik ataupun moral. Murid menaati peraturan karena takut dihukum atau menerima konsekuensi yang berat dan dapat menurunkan nama baiknya. Akibatnya murid melakukan kebaikan hanya pada saat di sekolah atau hanya pada saat di depan orang yang lain seperti Guru, Kesiswaan atau yang lainnya. Keteraturan yang mereka lakukan tidak berasal dari kesadaran dan lubuh hati. Keteraturan tersebut bukanlah sebuah kebiasaan akan tetapi ketakutan dan mencari perhatian.

Sekolah harusnya berusaha menciptakan iklim pendidikan yang mampu membiasakan setiap warganya khususnya murid melakukan budaya positif. Budaya yang mengakar kuat dan menjadi sebuah kebiasaan yang dilakukan secara kontinyu dan sadar oleh setiap warga sekolah. Semua pihak harus terlibat dalam pembiasaan positif tersebut. Pembiasaan positif yang merupakan budaya positif akan menjadi budaya sekolah. Budaya yang dipegang teguh oleh seluruh warga sekolah dan menjadi kekhasan dari sekolah tersebut. Budaya tersebut harus terintegrasi dalam seluruh kegiatan sekolah, baik dalam pra pembelajaran, proses pembelajaran ataupun di luar kelas seperti dalam lingkungan pondok pesantren. Pertanyaannya adalah bagaimana budaya positif dapat tumbuh dan tertanam dalam proses pembelajaran, bagaimana budaya positif dapat terbiasa dilakukan dalam kegiatan di luar sekolah. Harapannya jika budaya positif mengakar dalam diri setiap murid, maka secara tercipta profil pelajar pancasila.

B. Tujuan

  1. Menumbuhkan budaya positif dengan kesepakatan kelas.
  2. Menumbuhkan nilai-nilai profil pelajar pancasila pada diri murid dalam kegiatan pembelajaran.
  3. Mengintegrasikan dan membiasakan murid untuk menanamkan nilai-nilai profil pelajar pancasila.

 

C. Tolak Ukur

  1. Murid mampu membuat kesepakatan kelas yang dipasang dinding kelas.
  2. Murid dapat mengaplikasikan nilai-nilai profil pelajar pancasila secara sadar dan kontinyu dalam proses belajar.
  3. Murid terlibat aktif dengan sadar mengamalkan nilai-nilai profil pelajar pancasila.

D. Linimasa tindakan yang dilakukan

Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan:

  1. Sosialisasi kepada seluruh warga sekolah meliputi kepala sekolah, guru, murid, dan tenaga kependidikan terkait disiplin positif, kesepakatan kelas dan profil pelajar pancasila.
  2. Guru menjelaskan tentang pengertian dan pentingnya kesepakatan kelas.
  3. Guru memfasilatasi murid untuk membuat kesepakatan kelas.
  4. Kesepakatan kelas yang telah disepakati selanjutnya ditandatangani seluruh warga kelas dan dipasang di dinding kelas.
  5. Sosialisasi kepada seluruh murid baru tentang penumbuhan karakter.
  6. Menumbuhkan, menanamkan dan membiasakan nilai-nilai profil pelajar pancasila dan kegiatan ekstrakurikuler.
  7. Mendokumentasikan setiap kegiatan yang menumbuhkan, mencerminkan dan membiasakan nilai-nilai profil pelajar pancasila.

E. Dukungan yang dibutuhkan

  1. Walikamar dan pengurus di pondok pesantren dalam membiasakan budaya positif.
  2. Warga sekolah sebagai role model/ teladan bagi murid dalam menanamkan budaya positif.
  3. Seluruh warga sekolah berkolaborasi, bergotong royong dan bergerak bersinergis dalam menciptakan serta membiasakan budaya positif di sekolah.
Video penerapan segitiga restitusi Demonstrasi Kontekstual
Video Sosialisasi Budaya Positif Sosialisasi BD 2023
Materi Sosialisasi 

BUDAYA POSITIF - TERKESAN MEMAKSA NAMUN PERKASA !

 


Kegiatan ini merupakan kegiatan pembuka dari seluruh rangkaian materi belajar di Program Pendidikan Guru Penggerak. Pada kegiatan ini, Anda akan melakukan sebuah refleksi diri sejauh mana Anda mengenal dan memahami Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara (KHD). Sejauh ini Anda sudah sering mendengar kata kata seperti budi pekerti, ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani yang menjadi jiwa dari pendidikan nasional. Oleh sebab itu, pada tahap awal ini, Anda akan berdialog dengan diri Anda sendiri untuk menemukan pemikiran mendasar Ki Hadjar Dewantara dan relevansinya dengan peran Anda sebagai pendidik’.

Sebagai pemantik proses refleksi tersebut, mari kita ingat-ingat kembali pengalaman ketika kita bersekolah. Jawaban pertanyaan berikut tidak perlu ditulis namun tetap perlu dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

  1. Pengalaman apa yang membuat Anda menjadi rindu bersekolah, atau, pengalaman apa yang membuat Anda kehilangan motivasi untuk bersekolah? (pilih salah satu)
  2. Peristiwa apa yang membuat Anda merasa berkembang dan belajar sebagai seorang pembelajar?
  3. Siapa sosok guru yang menginspirasi Anda? 
  4. Apa pengalaman yang berkesan bersama guru tersebut?   
  5. Pernahkah Anda menduplikasi atau mengadaptasi yang dilakukan oleh guru tersebut di kelas yang Anda ampu?

Selanjutnya, Anda diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tersedia di bawah terkait pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara (KHD).

1. Tulisan Reflektif Kritis 

Buatlah sebuah tulisan reflektif kritis dengan jumlah minimum 300 kata dan maksimum 500 kata dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan panduan yang telah disediakan. Pertanyaan panduan tulisan reflektif kritis Anda terkait konsep pemikiran Pendidikan KHD:

  • Apa yang ada Anda ketahui tentang pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD) mengenai pendidikan dan pengajaran?

Pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Pendidikan sesuai dengan kondisi masyarakat di Indonesia, bahkan pemikiran-pemikirannya masih relevan hingga saat ini. Pemikiran yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara dapat menjadi landasan dalam menentukan Kebijakan Pendidikan yang diambil dalam pelaksanaan Pendidikan nasional. Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa “Untuk mendapatkan sistem pengajaran yang berfaedah bagi perikehidupan bersama, haruslah sistim itu disesuaikan dengan hidup dan penghidupan rakyat serta pentingnya asas menurut keadaan (natuurlijkheid), dalam arti segala alat, usaha dan cara pendidikan harus sesuai dengan kodratnya keadaan.”

Makna yang tersirat dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara tersebut adalah pentingnya kontekstualitas dalam pendidikan, pendidikan yang sesuai dengan zamannya, atau asas menurut keadaan. Konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara: Pertama, Manusia Indonesia yang berbudi pekerti adalah yang memiliki kekuatan batin dan berkarakter. Kedua, manusia Indonesia yang maju pikirannya adalah yang cerdas kognisi(tahu banyak dan banyak tahu). Ketiga, Manusia yang maju dalam aspek tubuh adalah manusia yang mampu mengendalikan tubuhnya.

Melihat uraian diatas, saya dapat menangkap pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yakni upaya yang konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Karena menurut beliau, Pendidikan merupakan salah satu pintu masuk untuk mewujudkan manusia yang merdeka. Baik bemerdekaan lahiriah maupun batiniah manusia, baik sebagai makhluk individual maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Dengan demikian, pendidikan menjadi wadah untuk membangun otonomi intelektual, otonomi eksistensial, dan otonomi sosial. 

  • Apa relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan di sekolah Anda secara khusus?

Relevansi pemikiran KHD dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini sangat jelas, dimana untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya tanpa harus meninggalkan konsep awal pemaknaan pendidikan di Indonesia, yakni Manusia Indonesia yang berbudi pekerti luhur, manusia Indonesia yang memiliki pemikiran maju seiring berkembangnya zaman, serta manusia yang mampu mengendalikan tubuh (secara emosional).

Pemikiran yang demikian pula yang menjadi pedoman dalam giat pembelajaran di sekolah saya, dengan ragam karakteristik Murid, karakteristik niat, dan latar belakang orang tua, menjadikan kami senantiasa terus membumikan konsep dasar pendidikan yang diprakarsai oleh Ki Hajar Dewantara, bahkan pemikiran tersebut juga seiring dengan pemikiran pendiri sekolah tempat saya mengabdikan diri yang berada di lingkungan pondok pesantren.

  • Apakah Anda merasa sudah melaksanakan pemikiran KHD dan memiliki kemerdekaan dalam menjalankan aktivitas sebagai guru?

Sebagai guru yang secara kebetulan sebagai lulusan Tamansiswa, setidaknya saya sudah melaksanakan satu diantara beberapa pemikiran KHD dalam melaksanakan tugas sebagai guru, terlebih dalam hal menjadikan sekolah sebagai taman untuk mengeksplorasi pengetahuan dan keterampilan. Meskipun masih banyak hal yang perlu saya pelajari dari pemikiran KHD terhadap pendidikan dan pengajaran.

*) Maknai dan hayati pilihan Anda menjadi guru dalam menuliskan tulisan reflektif-kritis. Hindari perihal teknis seperti tidak tersedianya buku ajar bagi murid, masih berstatus guru honorer dsb-nya. Fokus pada pilihan Anda menjadi guru. 


2. Harapan dan Ekspektasi 

Ungkapkan Harapan dan Ekspektasi Anda terkait dengan pembelajaran pada modul ini.

  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada diri Anda sebagai seorang pendidik setelah mempelajari modul ini?

Semakin memahami pemikiran KHD terhadap Pendidikan dan pengajaran, sehingga mampu mengimplementasikan pemikiran-pemikiran tersebut.

  • Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada murid-murid Anda setelah mempelajari modul ini?

Murid dapat secara senang hati mengeksplorasi kemampuan yang mereka miliki serta memiliki keberanian dalam hal menyampaikan gagasan atau ide.

  • Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang Anda harapkan ada dalam modul ini?

Mendapat tambahan wawasan mengenai pendidikan yang sesuai pemikiran KHD serta lebih mengenal konsep pengajaran seperti TAMANSISWA, yang secara etimologi sebagai wadah yang menyenangkan dalam belajar.

Refleksi diri tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara - CGP A7 Mojokerto 1.1.a3

 

surat pengumuman CGP 7 Tahap 2

Puncak dari penantian seleksi Guru Penggerak Angkatan 7, akhirnya terbayar tuntas tepat pada 26 September 2022. Pund demikian bagi peserta seleksi CGP Angkatan 7 Provinsi Jawa Timur, terkhusus Kabupaten Mojokerto. Ada 172 CGP Kabupaten Mojokerto yang dinyatakan lolos seleksi tahap 2 CGP Angkatan 7, dan dari sekian nama yang tertera, adalah nama saya Aria Winardi, yang lolos dari seleksi Kuota Tambahan Angkatan 7.

kutipan daftar peserta lolos tahap 2 CGP 7

Syukur Alhamdulillah, kusampaikan kepada Allah Swt. Terharu, dari sekian proses sejak ikut seleksi CGP Angkatan 5, yang harus kandas di seleksi tahap 2. Saya lanjutkan dan menyakinkan untuk ikut seleksi CGP Angkatan 7. Sempat berpatah arang, karena gagal lolos seleksi tahap 1, namun perjalanan baru harus tersusun kembali, setelah dapat informasi untuk melankutkan seleksi tahap 2 lewat kuota tambahan. Dan Alhamdulillah lolos hingga penetapan peserta CGP angkatan 7.

 

Terima kasih juga atas segala doa dari orang tua, mertua, istri, sanak saudara, dan tak terlupa terima kasih yang paling tulus untuk rekan-rekan di yayasan pendidikan Islam Al-Multazam Mojokerto, Abah dan Umi, Gus Mad yang selalu meyakinkan diri saya untuk melaju terbaik di dunia pendidikan, Abah Din yang senantiasa memberi wejangan terbaiknya.

Temu maya pembukaan PGP Angkatan 7 Tahun 2022

Pembukaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 tahun 2022 oleh Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dilakukan secara daring, namun tak menyurutkan niat untuk memirsa secara saksama pesan yang disampaikan oleh Mendikbudristek RI kepada calon guru penggerak.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan orientasi Guru Penggerak Angkatan 7 provinsi Jawa Timur oleh Balai Besar Guru Penggerak provinsi Jawa Timur. Tak jauh berbeda dari apa yang disampaikan oleh Mendikbudristek dalam acara pembukaan. Di sini, dari Balai Besar Guru Penggerak Provinsi Jawa Timur, menitikdepankan agar para peserta senantiasa mengikuti secara khidmat seluruh rangkain pendidikan guru penggerak yang akan berlangsung selama 6 bulan kedepan.

Pembukaan Lokakarya Orientasi

Pada hari Ahad, 23 Oktober 2022, Balai Besar Guru Penggerak provinsi Jawa Timur melaksanakan kegiatan Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) Angkatan 7 yang ditempatkan di aula pertemuan SMPN 1 Sooko. Kegiatan dihadiri oleh Drs. Achmad Faisol Prasetyo, M.M. sebagai perwakilan Dinas pendidikan Kabupaten Mojokerto dan juga penanggungjawab Program PGP Provinsi Jawa Timur.

 

Kegiatan dibuka oleh penanggungjawab Program PGP Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya beliau menyambut baik kegiatan Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 ini. Tujuan diselenggarakan Lokakarya ini adalah untuk memberi pemahaman tentang Program Guru Penggerak, alur belajar Guru Penggerak dan dukungan yang perlu diberikan oleh Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Dinas Pendidikan selama program berlangsung selama 6 bulan kedepan. Kegiatan ini juga diikuti kurang lebih 172 peserta yang terdiri dari unsur Calon Guru Penggerak (CGP), Pengajar Praktek, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah.

 

Setelah pembukaan lokakarya orientasi PGP Angkatan 7 di aula SMPN 1 Sooko, para peserta dibagi menjadi 5 Kelompok kelas. Dan melakukan orientasi bersama pengawas serta Pengajar Praktik masing-masing. Suasana gayeng, sudah tampak dipermulaan kegiatan.

 

Saya sendiri berada di kelas A7 191 Mojokerto 1, yang dipandu oleh 3 Pengajar Praktik ; Pak Samsuari (SMAN 1 Gedeg), Bu Sarni (SMPN 1 Trowulan), dan Bu Hamidatul Ula (SMP Al-Islah Trowulan). Rangkaian kegiatan secara runtun dilaksanakan dengan serius nan santai.

 

Suasana yang sangat menggambarkan kebebasan murid dalam belajar. Canda tawa, kolaboratif beragam dicontohkan oleh Pengajar Praktik. Diawali dengan games perkenalan diri, di mana setiap peserta harus menuliskan nama panggilan serta menggambarkan benda hidup atau mati yang merepresnetasikan diri peserta.

 

Saya sendiri menuliskan nama panggilan ARIA, kata pertama dari nama lengkap saya. Sedangkan benda yang saya gambarkan adalah AIR, dimana benda tersebut merepresentasikan diri saya, yang selalu ingin mengalirkan diri terhadap apa yang telah tersajikan di lingkungan sekitar hingga bisa menyesuaikan diri terhadap tempat yang saya singgahi, selain itu AIR merupakan sumber kehidupan.

 

Pengisian lembar kerja Harapan dan Kekhawatiran CGP bersama Kepala Sekolah


Akhir perjalanan lokakarya (foto bersama Pengajar praktik)



Lokakarya Orientasi Program Pendidikan Guru Penggerak (PGP) - CGP A7 Kabupaten Mojokerto

 



Apa yang Anda ketahui tentang pengertian sajak? Apa yang ada di benakmu ketika mendengar sajak? Tidak sedikit orang menyatakan bahwa sajak sama dengan puisi. Namun ternyata keduanya terdapat perbedaan lho. Jika berbicara tentang puisi tentu bahasan yang akan disampaikan adalah mengenai sebuah karya sastra yang sarat dengan kalimat yang mengandung perasaan dan juga pemikiran sebagai wujud dari ekspresi diri. Bagaimana dengan sajak?


Menurut KBBI arti dari sajak itu sendiri adalah suatu karya sastra yang dalam penyajiannya berbentuk baris-baris yang terikat dan teratur.


Sajak adalah puisi Melayu moden yang berbentuk karangan berangkap, berbentuk bebas dan tidak terikat pada jumlah baris, perkataan sebaris, suku kata sebaris, rangkap, rima dan sebagainya.


Sekilas memang mirip ya, antara puisi dengan sajak namun, jika ditelisik lebih dalam sajak memiliki arti yang lebih spesifik dibandingkan dengan puisi. Bisa dibilang kalau puisi merupakan sastra yang menudungi sajak sementara sajak adalah suatu individu puisi.


Teringat pada malam peringatan hari santri ke-2, pembacaan puisi menjadi salah satu rangkaian agenda. Bertajuk “Ketika Kyai-Nyai-Santri Berpuisi : Pesantren Tanpa Tanda Titik,” puluhan penyair, para Kyai dan Nyai unjuk kebolehan membaca puisi  di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki.


Dengan segala kepadatan aktivitas pesantren—yang seperti tak berjeda itu; semisal sekolah, musyawarah, hafalan, ngaji, roan, lalaran, bahtsul masa’il, ditambah masalah-masalah subjektif pada diri santri—nyatanya santri tetap memiliki dahaga untuk merekam setiap jejak peristiwa, menghidupkan gagasan, membangun imajinasi, dan mengekspresikan setiap inci perjalanan di atas tinta yang tergores artistik, dalam selembar kertas.

Dalam kepadatan aktivitas pesantren itu, santri mampu menemukan ruang kecil bagi dirinya untuk menulis, berkisah, dan memformulasikan apa saja yang masih terbatas dan terbata. Ia susun keterbatasan itu—juga keterbatasannya—menjadi sebuah narasi sempurna, sebuah cipta yang eksotis.

Kaum sarungan, dengan gaya yang khas dan unik, pada mulanya memang dikenal sebagai orang-orang yang selalu menggumuli kitab-kitab klasik dan anti terhadap “bacaan luar”. Tetapi zaman terus berubah, waktu terus bergerak di atas kesadaran santri untuk melihat hal-hal “lain” dengan sikap terbuka. Dan di era kini, santri memiliki kapabilitas untuk ikut berperan dalam berbagai bidang kehidupan, tidak hanya berputar pada literatur kitab klasik belaka. Santri benar-benar telah membuktikan bahwa kaumnya mampu mengisi dan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, mulai dari pemerintahan, industri, akademik, utamanya dunia kepenulisan.


Pun demikian yang dilakukan santri-santri Pondok Pesantren Al-Multazam. Di sekian kepadatan aktivitas mereka—satu diantara perannya dalam dunia kepenulisan, berhasil melahirkan tulisan yang diberi tajuk “Sang Pelita Adiratna”.


Dalam lembaran ini, penulis berusaha untuk sedikit mengulik tentang karya terbaru santri pondok pesantren Al-Multazam yang tertuang dalam Kumpulan Sajak. Mulai dari struktur hingga proses kreatifnya.


STRUKTUR SAJAK ATAU PUISI

STRUKTUR

 1 cara sesuatu disusun atau dibangun; susunan; bangunan; 2 yang disusun dengan pola tertentu; 3 pengaturan unsur atau bagian suatu benda; 4 ketentuan unsur-unsur dari suatu benda; 5 Ling pengaturan pola dalam bahasa secara sintagmatis; (KBBI)

Analisis struktural pada karya sastra dalam hal ini karya fiksi yaitu dengan mengidentifikasi, mengkaji, kemudian mendeskripsikan hubungan antar unsur instrinsik karya fiksi yang menjadi objek analisis (Pradopo, 2001:267-268). 

Pengertian Puisi

Pengertian Puisi adalah suatu karya sastra berupa ungkapan isi hati penulis di mana di dalamnya ada irama, lirik, rima, dan ritme pada setiap barisnya. Dikemas dalam bahasa yang imajinatif dan disusun dengan kata yang padat dan penuh makna.

 

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli

Menurut H.B Jassin Puisi adalah suatu karya sastra yang diucapkan dengan sebuah perasaan yang di dalamnya mengandung suatu pikiran-pikiran dan sebuah tanggapan-tanggapan. 

Menurut Sumardi Puisi adalah karya sastra dengan bahasa dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan kata-kata bermakna kiasan (imajinatif). 

Menurut James Reevas Puisi merupakan ungkapan bahasa yang penuh dan kaya akan daya pikat. 

Menurut Herman Waluyo Puisi adalah suatu karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan memokuskan semua kekuatan bahasa dalam sebuah struktur fisik dan struktur batinnya. 

Karya puisi mengandung nilai estetika tersendiri. Orang yang membuat puisi disebut dengan penyair puisi. Tiap puisi memiliki karakteristik tersendiri diantara satu dengan lainnya.

Dalam puisi terdapat unsur-unsur yang membentuknya. Unsur Puisi terdiri dari struktur batin dan struktur fisik.

1. Struktur Fisik Puisi

Struktur fisik puisi adalah  unsur puisi yang bisa dilihat dan diamati secara langsung dengan mata. Struktur ini terdiri dari diksi, citraan/imaji, majas, kata konkret, tipografi dan rima.

Diksi adalah pemilihan kata oleh seorang penyair untuk mendapatkan efek yang sesuai dengan keinginannnya. Pemilihan diksi pada puisi sangat berpengaruh dengan makna yang ingin disampaikan penyair.

Contoh :

Pemilihan kata pada judul  “Sang Pelita Adiratna”, 3 kata terpilih memberi gambaran bahwa para penulis menempatkan apa yang menjadi keistimewaan penulis di tempat yang lebih dari yang istimewa.

“Detak jantungku seolah tak berdenyut, Kala sang arunika tampak sengit, nan enggan menorehkan senyum”, pilihan kata arunika menggantikan kata fajar atau matahari, yang lazim digunakan oleh penulis pemula. Ini juga menunjukkan bahwa khazanah baca para penulis yang luas.

Selain pilihan kata yang memiliki karateristik, pilihan sederhana nan penuh perwakilan suasana juga kuat dan telah ditampilkan dalam kumpulan sajak ini.

“tempahan kaki yang meliru tanda kehadiranmu, menapakkan kakki di atas bumi tempatku beradu”

“Sesuatu yang sederhana namun bermakna, memberikan sejuta goresan tinta, mengukir sebuah sejarah dari banyaknya sejarah”

Kata Konkret adalah susunan kata yang memungkinkan terjadinya imaji. 

Kata konkret seperti badai salju menggambarkan permasalahan atau ketidaktahuan, 

Rima atau Irama Adalah persamaan bunyi dalam penyampaian puisi dari awal hingga akhir puisi. Beberapa bentuk rima di antaranya: (1) Onomatope: Tiruan bunyi, misalnya prank yang mengungkapkan sesuatu yang pecah. (2) Bentuk intern pola bunyi, yaitu aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi, dan sebagainya. (3) Pengulangan kata, yaitu penentuan tinggi-rendah, panjang-pendek, keras-lemah suatu bunyi.


Imaji atau Citraan adalah pemberi gambaran kepada para pendengar/pembaca agar seolah-olah dapat melihat, mendengar, merasakan atau mengalami hal-hal yang terkandung dalam puisi. Citraan mempunyai 6 macam, diantaranya citraan penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, perabaan dan pergerakan.


Tipografi Adalah bentuk format suatu puisi, seperti pengaturan baris, batas tepi kertas kanan, kiri, atas, bawah, jenis huruf yang digunakan. Unsur ini berpengaruh pada pemaknaan dari isi puisi itu sendiri.

Dalam kumpulan sajak ini, memang belum tampak tipografi yang memiliki ke-khas-an tersendiri, cendurung lazim puisi-puisi remaja sekolah yang sedang kasmaran. Bukan menjadi kekurangan, namun inilah karakter santri yang tidak neko-neko. Dan juga tidak perlu jadi neko-neko, agar terlihat lebih istimewa.

Majas adalah pemakaian bahasa dengan cara melukiskan sesuatu dengan konotasi khusus sehingga arti sebuah kata bisa mempunyai banyak makna.

“Tak ada benih pemuda bangsa yang terjadi”, benih dalam denotasi makna berarti biji atau buah yang disediakan untuk ditanam atau disemaikan: sesuatu yang akan tumbuh atau akan menjadi:

2. Struktur Batin Puisi

Struktur batin puisi adlaah unsur pembangunan puisi berupa makna yang tidak terlihat oleh mata. Contohnya adalah tema, nada, suasana, perasaan dan amanat/tujuan.

Tema/ Makna adalah unsur ini berupa makna yang tersirat yang ingin disampikan penulis kepada pembaca/ pendengar.

Nada adalah sikap penyair terhadap audience-nya, yang berkaitan dengan makna dan rasa. Dari nada yang terdengar, audience dapat menyimpulkan sikap penulis sedang mendikte, menggurui, memandang rendah, atau sikap lainnya.

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan penulis pada para audience-nya.


Dari sekian struktur yang terjabarkan dalam kumpulan sajak ini, tergambar jelas bahwa para penulis ingin menjelaskan bahwa seorang atau sosok guru yang diharapkan adalah seorang yang mampu memberikan teladan (tiru) serta seorang dapat dipercaya (gugu) untuk menemani perjalanan mencari pengetahuan sebagai bekal untuk membersamai zaman mereka hidup dan bekal di kehidupan berikutnya.


Sosok guru yang selalu bisa menjadi teman untuk berinovasi dan saling berbagi pengalaman mengajar yang baik, seperti arunika. Mungkin saat ini, para penulis menemukan segalanya pada sosok yang digambarkan laksana perempuan yang cantik. Dalam pemaknaan konotasinya, sosok yang memiliki keanggunan dalam karakter masing-masing, dan memberikan kesejukan pandangan ketika penat menyergap di tengah kepenatan aktivitas sebagai santri.


Kenapa demikian ?


Karena Siswa generasi Z memiliki karakteristik unik yang harus Guru Pintar ketahui. Hal ini akan sangat bermanfaat bagi Guru Pintar untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik gen Z dan juga kebutuhan mereka.

Pada umumnya siswa generasi Z selalu terhubung dengan dunia maya dan dapat melakukan segala sesuatunya dengan menggunakan kecanggihan teknologi yang ada. Anak-anak ini sudah terbiasa memegang gawai sejak kecil. Pengenalan teknologi dan dunia maya ini sangat berpengaruh pada perkembangan kehidupan dan kepribadian anak Gen Z.

Bukan karena lahir dan hidup pada jaman perkembangan teknologi, namun geneari ini memiliki kelebihan dan kekurangan yang tentunya menjadi sisi lain untuk dipelajari, untuk kelebihan mereka antara lain ; Memiliki intelektual yang baik, lebih terbuka terhadap segala sesuatu, memiliki akses untuk mendapatkan informasi yang lebih. Banyak, memiliki motivasi tinggi terhadap suatu hal, multitasking atau dapat melakukan banyak hal dalam satu waktu. Namun, ada hal yang juga perlu diwaspadai atau menjadi wira’I terhadap kekurangan mereka ; Individualistis dan egosentris, kurang fokus, menyukai hal-hal yang instan dan kurang menghargai proses, memiliki emosi yang labil. Implikasi karakteristik generasi Z yang menjadi perhatikan seorang guru sebagai berikut; memberikan bimbingan, menyenangkan, mengakomodir kegemaran mereka.


PEREMPUAN YANG CANTIK DALAM KONSILIASI GENERASI Z DALAM BALUTAN SAJAK “SANG PELITA ADIRATNA”


 

Bulan Muharam adalah bulan istimewa umat Islam. Selain peringatan Tahun Baru Hijriah pada tanggal 1 Muharam, sebagian masyarakat bahwa tanggal 10 Muharram adalah hari Raya atau Lebaran Anak Yatim, di mana salah satu sunnah Muharram dianjurkan untuk dilaksanakan.

Sehubungan dengan bulan Muharram, pada hari Ahad, 7 Agustus 2022 Pondok Pesantren Al-Multazam 2 yang menaungi SMP dan SMA Al-Multazam Putra mengadakan kegiatan Santunan Anak Yatim, bertepatan dengan 9 Muharram 1444 H dalam ajaran Islam yang dikenal sebagai Hari Tassu’a.

Hari Asyura Menurut ahli Wikipedia, Maksud dari TASUA (bahasa Arab: تاسوعاء ‎ tasu'a) adalah hari kesembilan Muharram dan sehari sebelum Asyura. Secara bahasa TASUA merupakan turunan dari kata tis’ah yang artinya sembilan. Sedangkan tujuan puasa Tasu'a adalah untuk mengiringi puasa hari asyura dengan puasa di hari sebelumnya. Sederhananya, fungsi puasa ini untuk mengiringi puasa asyura. Sehingga tidak tepat jika ada seorang muslim yang hanya berpuasa tasu’a saja.

Terkait hal tersebut diatas  Pondok Pesantren Al-Multazam 2 bekerjasama dengan SMP Al-Multazam melaksanakan kegiatan pemberian santunan kepada 50 Anak Yatim di lingkungan Pondok Pesantren Al-Multazam 2 Desa Sambiroto Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan diawali dengan acara penampilan Grup Banjari Az-Zauro, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dan pembacaan salawat nabi bersama seluruh warga sekolah SMP-SMA Al-Multazam Putra, teridiri dari Peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Multazam 2, Agus H. M. Asywiruddin.

Pada kesempatan acara, hadir Kepala SMP Al-Multazam, Ustaz H. Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag. dan kepala SMAS Al-Multazam, Ustazah Ushuanah, S.E., yang sangat memberi apresiasi positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan diakhiri dengan pemberian paket santunan yang berkah untuk para yatim.

Ponpes Al-Multazam 2 "Menggapai Berkah Ilahi dengan Berbagi Rizki" | SMP Al-Multazam

 

tema mpls smp al-multazam dan smas al-multazam


Menyambut tahun pelajaran baru, SMP Al-Multazam dan SMAS Al-Multazam yang berada di kompleks Pondok Pesantren Al-Multazam 2 Mojokerto mengagendakan beberapa kegiatan penuh semangat. Diantara kegiatan tersebut adalah Mastawa (Masa Ta’aruf Siswa) yang dalam rangkaiannya merupakan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Kegiatan yang diikuti oleh santri yang kelas VII dan kelas X, selama 4 hari pertama pada pekan efektif kalender pendidikan yang telah disusun oleh sekolah dan pondok pesantren. Kegiatan dilaksanakan mulai pada tanggal 25 Juli s/d 28 Juli 2022.


apel pembukaan MPLS 2022

kepala SMP Al-Multazam, saat memimpin apel pembukaan MPLS 2022

pengalungan kartu peserta MPLS 2022 oleh Kepala SMAS Al-Multazam

jajaran dewan pengajar SMP Al-Multazam dan SMAS Al-Multazam


Pembukaan Mastawa atau MPLS dilaksanakan pada Senin, 25 Juli 2022 bertempat di lapangan utama pondok pesantren Al-Multazam 2. Diikuti oleh selutuh peserta MPLS baik dari SMP Al-Multazam ataupun SMAS Al-Multazam. Turut serta hadir pada kegiatan pembukaan Kepala SMP Al-Multazam, Ustaz Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag. dan Kepala SMAS Al-Multazam, Ustazah Usthuanah, S.E., beserta jajaran dewan Asatiz dan Asatizah kedua Lembaga. Kegiatan apel dilangsungkan pada pukul 07.00 WIB dengan pemimpin apel Muhammad Rizal Mushanif, siswa kelas 9, serta selaku pembina apel Ustaz Ah. Fauzi Agustiono, S.Ag.

Dalam sambutannya, pembina apel mengingatkan untuk senantiasa semua pihak menata kembali niat setiap melaksanakan kegiatan, baik itu dewan guru maupun santri atau siswa. Karena penting adanya segala sesuatu hal dilakukan didahului dengan niat terbaik, agar segala yang dicitakan dapat tercapai dengan baik. Beliau juga berpesan kepada para santri, sebisa mungkin terus menerus untuk mengenal segala yang ada di pondok pesantren, hal ini dilakukan agar tidak memberikan atau hanya mendapatkan sesuatu yang baik dengan sepotong-potong. Dalam apel pembukaan ini pun secara simbolis dikalungkan kartu peserta kegiatan oleh Kepala SMP kepada siswa SMP, dan kepala SMA kepada siswa SMA, sekaligus sebagai pertanda dimulainya kegiatan MPLS.

Selama 4 hari pelaksanaan, selain diisi oleh dewan pengajar SMP dan SMA, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing. SMP dan SMAS Al-Multazam yang ada di pondok putra juga membuat kerjasama dengan instansi pemerintah lainnya untuk terlibat dalam kegiatan MPLS, diantaranya ; Polsek Sooko, Koramil Sooko, Puskesmas unit Sooko, dan P2TP2A Kabupaten Mojokerto.


materi pengenalan struktural pondok pesantren oleh Ustaz Saeful Kafi

materi Gerakan Penumbuhan Budi Pekerti oleh Ustaz Ah. Fauzi Agustiono

pengenalan tata tertib sekolah oleh Ustaz Ramdlani In'am Arzaqi

Materi penvegahan bullying oleh P2TP2A

materi wawasan wiyata mandala oleh Ustaz Aria Winardi


Kegiatan MPLS ditutup pada Kamis, 28 Juli 2022. Dimeriahkan dengan tampilan dari siswa kelas 7 dan kelas 10. Dipandu oleh Ustaz Hamidi Thohir, selaku coordinator acara. Kegiatan penutupan MPLS dimulai pukul 10:00 WIB, diawali dengan pemandu acara dengan 4 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia, dan Jawa), pembacaan puisi, pertunjukkan pencak silat, pidato dua bahasa, dll. Selain penampilan siswa, disampaikan juga laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban panitia yang disampaikan oleh Ustaz Ramdlani In’am Arzaqi sebagai ketua pelaksana. Acara secara resmi ditutup oleh Kepala SMP Al-Multazam.


si paling setia menemani MPLS 2022

barisan calon cahaya terang ponpes Al-Multazam 2

doa oleh Ustaz H. Ahmad Rudianto

pemberian kado peserta MPLS 2022 terbaik SMA oleh Ustazah Yuli Isnaini

pemberian hadiah peserta terbaik oleh Ustaz Aria Winardi

peragaan tarung pencak silat pesarta SMA


MPLS SMP AL-MULTAZAM DAN SMAS AL-MULTAZAM MOJOKERTO, Mengoptimalkan Generasi Milenial yang Unggul

- Copyright © Jejak Aria Winardi - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Aria Winardi -